RELUNG.ID — Tekanan besar dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA di Sumatera Selatan telah menyebabkan Koordinator PPDB Bidang SMA Dinas Pendidikan Sumsel, Anang Purnomo Kurniawan, mengundurkan diri dari jabatannya.
Dalam surat pengunduran diri yang dibuat pada 22 Mei 2024, Anang menjelaskan bahwa dirinya menghadapi banyak tekanan dari oknum-oknum yang memaksanya untuk melanggar aturan yang telah ditetapkan, yang akhirnya menimbulkan konflik batin dan permasalahan di keluarga.
“Saya mengalami sangat banyak tekanan dari oknum-oknum yang memaksakan diri untuk tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, sehingga menimbulkan konflik batin dan permasalahan di keluarga,” tulis Anang dalam surat pengunduran dirinya yang dilihat pada Selasa (28/5/2024).
Meskipun menghadapi tekanan, Anang menyatakan bahwa ia tetap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya karena komitmen pakta integritas yang telah disampaikan kepada berbagai pihak, termasuk Pj Gubernur, Biro Hukum, Ombudsman, Inspektorat, Satgas Saber Pungli, BPMP, serta Plh Kepala Disdik dan para Kabid di Bidang Teknis di Disdik Sumsel.
Sebelumnya, Anang sempat menolak menjadi pengelola PPDB melalui surat pernyataan pada Januari 2024. Surat tersebut telah disampaikan kepada Pj Gubernur Sumsel, Inspektorat, Ombudsman, Biro Hukum, BPMP, dan lainnya. Namun, ia tetap menerima mandat tersebut.
Anang menyatakan bahwa selama menjalankan tugasnya, ia tidak mengakomodir permintaan di luar aturan dan tidak mengintervensi sekolah, meskipun ada permintaan dari keluarga, teman, rekan kerja, atau pihak lain. Namun, tekanan dari oknum-oknum yang memaksanya untuk melanggar aturan sudah di luar batas, sehingga ia memutuskan untuk mundur dari tugasnya sebagai Koordinator PPDB.
“Terhadap semua indikasi pungli/kecurangan, baik itu dari pemalsuan KK, bukti afirmasi, bukti prestasi, dan lain-lain yang disampaikan ke saya, maka sudah langsung saya teruskan ke PIC PPDB di Inspektorat, Ombudsman, dan Satgas Saber Pungli untuk segera ditindaklanjuti sesuai kewenangannya,” tambahnya.
Ketika dikonfirmasi mengenai pengunduran dirinya, Anang menyebut hal ini sebagai dinamika dalam proses PPDB. Ia menjelaskan bahwa secara umum proses PPDB sudah selesai dan telah dikawalnya hingga akhir.
“Biasa saja, dinamika (proses PPDB). Saya biar fokus ke yang lain, banyak sekali tugas pokok dan fungsi seksi peserta didik SMA yang selama ini terabaikan karena saya terlalu fokus ke PPDB. Mungkin sekarang saatnya menyeimbangkan karena secara umum proses PPDB sudah selesai dan saya kawal sampai jalur terakhir,” ungkapnya. [RG]

