RELUNG.ID — Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel) mencatat bahwa hingga Maret 2024, jumlah warga miskin di Bumi Sriwijaya mencapai 900 ribu orang.
Pemerintah daerah mengklaim bahwa angka tersebut merupakan penurunan yang signifikan dan menjadi simbol keberhasilan dalam menurunkan dan mengentaskan kemiskinan.
“Tepatnya, jumlah penduduk miskin di Sumsel sebesar 984,24 ribu orang,” ujar Kepala BPS Sumsel, Wahyu Yulianto, Selasa (2/7/2024).
Menurut Wahyu, secara tahunan, jumlah warga miskin di Sumsel memang menurun. Berdasarkan persentase tingkat kemiskinan, jumlah tahun ini di angka 10,97 persen atau menurun 0,81 persen sejak 2023.
“Pemprov Sumsel dalam kurun satu dekade terakhir berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin dengan angka 61,4 ribu orang,” katanya.
Namun, secara peringkat angka kemiskinan untuk seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, Sumsel masih berada di posisi keenam tertinggi. Pada periode yang sama di Maret 2023, jumlah warga miskin di Sumsel mencapai 1 juta orang.
“Jangan dilihat dari absolut pada titiknya, tapi berapa besar akselerasi penurunannya selama satu tahun terakhir, itu merupakan angka penurunan yang cukup tinggi,” timpalnya.
Wahyu menambahkan bahwa upaya terbaik pemerintah untuk menekan angka kemiskinan saat ini adalah menjaga stabilitas harga komoditas, sehingga daya beli masyarakat positif dan tren konsumsi terjaga terutama pada kelompok makanan.
“Mudah-mudahan konsisten dilakukan oleh pemerintah step by step sehingga ke level satu digit. Saya yakin dengan program yang dilakukan, koordinasi dengan seluruh elemen,” jelasnya.[AYK]

