RELUNG.ID – Pemerintah Indonesia menjadi kerjasama bilateral korporasi dengan Korea Selatan (Korsel) dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel.
Dalam penanganan ini, Korsel menitik penanggulangan Karhutla di Kabupaten OKI.
Penanggulangan karhutla ini akan dilakukan dengan berbagai kegiatan strategis.
Baca Juga: Ini 6 Zodiak Memiliki Pribadi yang Menawan dan Memikat
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, SA Supriono mengakui hal tersebut. Dia mengatakan di Sumsel terdapat beberapa daerah yang rawan terjadinya Karhutla.
Diantaranya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin serta Kabupaten Lahat.
“Dari keempat ini dipilih OKI sebagai agensi khusus sebab kawasannya itu didominasi lahan gambut yang sulit untuk dipadamkan,” katanya.
Baca Juga: Ini 4 Alasan Libra Cocok Jadi Teman yang Baik
Meski demikian, dia mengaku penanggulangan karhutla ini butuh keterlibatan dari semua pihak.
Karena itu, project kerjasama Korea-Indonesia ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam upaya pencegahan, penanggulangan karhutla.
Termasuk di dalamnya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Manggala Agni.
Baca Juga: Kebanyakan Onani! Ini 6 Dampak Buruknya
Ditetapkannya Kabupaten OKI sebagai lokasi proyek kerja sama Korea-Indonesia merupakan keputusan yang tepat,” pungkasnya.
Sementara itu, Korean Co Director of Korea Indonesia Forest Cooperation Center, Cho Junkuy mengatakan, proyek ini mulai dirintis pada Tahun 2016 lalu, ketika Tim KFS berkunjung ke KLHK dan berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.
Baca Juga: Ini 6 Manfaat Minum Susu Sebelum Tidur, Memberikan Energi di Pagi Hari
“Setelah menyelesaikan proses resmi baik di Korea maupun di Indonesia. Kedua negara akhirnya sepakat untuk mengerjakan proyek ini, yang penandatanganan kesepakatan telah dilakukan pada Februari 2023 lalu,” tuturnya.
Dia juga berharap dukungan semua pihak yang terlibat dalam proyek ini baik pusat maupun daerah agar mampu mencapai target sasaran. “Kami harap dapoat berkontribusi pada peningkatan pengelolaan hutan dan lahan,” pungkasnya.

