RELUNG.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI mengaku ada sejumlah kendala dan hambatan dalam pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel.
Salah satu kendala dan hambatan yang mereka alami yaitu minimnya anggaran dalam penanganan Karhutla.
Hal ini diungkapkan Plt Sekretaris BPBD OKI, Nova Triyussanto, Jumat (26/7).
Dia mengatakan, saat ini pihaknya tidak memiliki anggaran untuk membeli bahan bakar mobil tangki pengangkut air. Ditambah lagi, mobil tangki pengangkut air ini hanya satu yang beroperasi. Sedangkan, satu lagi berada di bengkel.
“Saya sudah minta kepala Satgas Karhutla untuk menindaklanjuti kekurangan yang bisa menjadi hambatan untuk bekerja secara maksimal. terlebih lagi, OKI telah menaikkan status menjadi siaga bencana,” katanya.
“Saya juga minta agar mobil tangki plat merah milik BPBD OKI ini diizinkan untuk mengisi bahan bakar solar di SPBU,” terangnya.
Saat ini, pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap hotspot dan firespot di wilayah OKI. Tercatat ada 22 hotspot dan 18 titik api yang berada di wilayah OKI ini.
Untuk penanganan ini, pihaknya telah membentuk Satgas menjadi empat regu yang terdiri dari 15 personel. Pihaknya juga telah menyiapkan 22 mesin air untuk pemadaman lokas karhutla.
Tak hanya itu, pihaknya juga telah membuat karhutla yang dititikberatkan pada posko kabupaten. Mengingat, adanya perbedaan penyebaran titik api dari tahun sebelumnya.

