RELUNG.ID — Sebanyak enam helikopter dikerahkan untuk melakukan operasi water bombing di dua kabupaten di Sumatera Selatan yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pemadaman melalui jalur udara ini diupayakan karena sulitnya akses pemadaman melalui jalur darat.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, menyebutkan bahwa dua daerah yang menjadi fokus operasi water bombing adalah Kecamatan Gelumbang di Kabupaten Muara Enim dan Kecamatan Sekayu di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Jutaan liter air telah ditumpahkan dalam upaya pemadaman yang berlangsung hingga saat ini.
“Upaya pemadaman di kedua wilayah itu sudah dilakukan dalam beberapa hari terakhir, hingga saat ini belum padam dan masih terlihat asap. Upaya pemadaman masih terus dilanjutkan hingga saat ini,” kata Sudirman pada Senin (16/9/2024).
Dalam operasi ini, enam helikopter melakukan delapan kali sorti dengan total 313 kali water bombing. Di Kecamatan Sekayu, helikopter melakukan tiga sorti dengan 71 kali water bombing, menumpahkan 284 ribu liter air.
Sementara di Kecamatan Gelumbang, dilakukan lima sorti dengan 242 kali water bombing, menumpahkan 968 ribu liter air. Total air yang ditumpahkan dari udara mencapai 1.312.000 liter.
Empat helikopter dikerahkan untuk water bombing di wilayah Gelumbang. Helikopter Sikorsky UH-60A/VH-8UH melakukan 68 kali water bombing dengan 272 ribu liter air. Helikopter Sikorsky UH-60A/VH-UHS melakukan 70 kali water bombing dengan 280 ribu liter air.
Helikopter Puma N815AR/SA330J melakukan dua sorti dengan total 68 kali water bombing, menumpahkan 272 ribu liter air. Sedangkan Helikopter Kamov RA 31109 melakukan 36 kali water bombing dengan 180 ribu liter air.
Di wilayah Sekayu, operasi water bombing melibatkan Helikopter UR VBE MI-8 MSB-T yang melakukan 23 kali water bombing, menumpahkan 92 ribu liter air. Sementara Helikopter RA-22700/MI-8 AMT melakukan 24 kali water bombing dengan 96 ribu liter air.
BPBD Sumsel menerima bantuan 11 helikopter, di mana dua di antaranya digunakan untuk patroli dan sembilan lainnya untuk water bombing. Namun, tiga helikopter saat ini masih dalam proses perawatan.[AYK]

