RELUNG.ID – Hiasan tanjak raksasa di gedung Taman Olahraga Megang (TOM) Jalan A Yani, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan rusak usai diterjang angin.
Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian tersebut, namun kejadian tersebut terekam kamera dan viral di media sosial.
“Kejadiannya Sabtu sore kemarin, karena memang kondisi angin kencang bersamaan dengan hujan deras,” kata, Royke salah satu warga sekitar.
Dia mengaku tidak mengetahui persis kejadiannya. Namun, kerusakaan hiasan ini sudah terjadi dua kali akibat angin kencang.
“Ini yang kedua kalinya, kalau yang pertama kemarin sudah diperbaiki, tapi ini sudah rusak lagi,” katanya.
Sementara itu, Anggota Tagana Lubuklinggau, Novi mengingatkan kepada masyarakat di musim peralihan dari kemarau ke penghujan untuk waspada bencana angin puting beliung. Sebab menurutnya sejumlah daerah di Lubuklinggau sering terdampak angin puting beliung.
“Iya kalau dari musim panas ke musim hujan atau pancaroba, itu biasanya banyak kejadian angin puting beliung yang disertai dengan hujan deras,” ujar Novi.
Tanda-tanda angin puting beliun ia mengungkapkan, biasanya cuaca panas dan setelah itu tiba-tiba berubah mendung. Selian itu disertai pula dengan curah hujan yang turun dan angin kencang.
Lebih lanjut, daerah yang sering terjadi angin puting beliung yakni di Lubuklinggau Selatan meliputi daerah Eka Mega, Karang Ketuan dan Taba Pingin. Kemudian Lubuklinggau Barat di daerah Ulak Lebar, Tapak Lebar dan Sukajadi.
Sementara wilayah Lubuklinggau Timur sering di daerah Watervang. Selanjutnya di wilayah Lubuklinggau Utara meliputi daerah Tanjung Raya, Durian Rampak dan Petanang.
“Jadi waspada, apalagi rumahnya dekat pohon dan daerahnya terbuka,” pungkasnya. (ANS)

