RELUNG.ID – Himawari Uzumaki anak kedua dari Naruto Uzumaki dan Hinata Hyuga memang jarang tampil dalam manga Boruto. Hal itu membuat para fans Naruto dan Boruto penasaran dengan adik dari Boruto Uzumaki ini.
Biar kalian tidak penasaran ini ada 6 fakta tentang Himawari yang mungkin tidak banyak diketahi fans. Simak dibawah ini :
1- Keturunan Hyuga sejati
Himawari Uzumaki terlahir sebagai keturunan sejati klan Hyuga. Karena saat lahir Himawari Uzumaki langsung mewarisi mata putih klan Hyuga dan membangkitkan Byakugan.
Karena kakaknya Boruto Uzumaki tidak memiliki mata klan Hyuga dan juga tidak memiliki kemampuan dari Byakugan.
Baca Juga: 3 Sebab Boruto Tidak Mengajak Himawari Tinggalkan Konoha
Dari keturunan Hinata Hyuga anak kedua wanitanya Himawari Uzumaki yang mewarisi darah dari klannya.
2- Memiliki cahkra yang besar
Himawari Uzumaki memiliki cahkra yang sangat besar tersimpan pada jarinya. Ketika Himawari Uzumaki memfokuskan kekuatan ke jarinya semua cahkra besar langsung terkumpul.
Padahal Himawari Uzumaki belum mendapatkan pelatihan shinobi di akademi ninja. Tetapi Himawari Uzumaki bisa mengumpulkan cahkra yang sangat besar tersebut.
3- Memiliki dua kepribadian
Himawari Uzumaki adalah anak sangat baik, polos dan memiliki paras manis seperti Hinata Hyuga saat kecil. Himawari Uzumaki juga notabene anak penurut dibandingkan Boruto Uzumaki dan rajin membantu ibunya melakukan pekerjaan rumah.
Dari semua cerita sekilas dia sudah jelas kepribadian Himawari Uzumaki sangat mirip seperti Hinata Hyuga saat kecil. Namun Himawari Uzumaki tidak memiliki sifat pemalu seperti Hinata Hyuga.
Tetapi apabila Himawari Uzumaki marah kepribadiannya akan berubah 100 persen. Dia mirip seperti Kurama ketika masih dikenal sebagai siluman rubah iblis ekor sembilan.
Mata putih Himawari Uzumaki menyalah-nyalah niat untuk membunuh keluar dari sosok polosnya. Hal itu terjadi ketika Boruto Uzumaki tidak sengaja memutuskan kepada boneka kesayangnnya.
Karena kesal Boruto Uzumaki tidak suka melihat adiknya membawa boneka saat mau datang ke pelatikan ayahnya sebagai Hokage. Alhasil Boruto Uzumaki pingsan karena sekali serang dengan kekuatan jarinya.
Naruto Uzumaki saat itu melihat ada keributan ikut pingsan karena serangan Himawari terebut. Kemudian pelatikan Hokage Naruto digantikan oleh Konohamaru dengan berubah wujud menjadi dirinya.
Baca Juga: Kehidupan Himawari ‘Dejavu’ saat Naruto Kecil
4- Sosok yang mandiri
Selain itu Himawari Uzumaki merupakan sosok yang mandiri. Karena Himawari Uzumaki bisa menyelesaikan semua pekerjaan di rumah. Padahal sebagai anak yang masih kecil seharusnya dirinya harus diurus Hinata. Namun Himawari Uzumaki justru membantu ibunya menyelesaikan semua tugas rumah dan mengurusi Naruto Uzumaki dan Boruto Uzumaki.
5- Sensitif
Meskipun mandiri Himawari Uzumaki orang yang paling sensitif dari kakanya Boruto Uzumaki. Setiap hari Himawari Uzumaki selau mendengarkan semua percakapan keluarganya di rumah.
Setelah mendengarkan itu Himawari Uzumaki ikut memikirkan kesusahan hidup yang dirasakan setiap orang di keluargannya.
Hal itu ketika Boruto Uzumaki mendapatkan masalah dan Hinata Hyuga menangis karena tahu anaknya itu pernah nyaris mati. Boruto Uzumaki cuek melihat respon ibunya dan memintanya tidak usah terlalu khawatir.
Himawari Uzumaki keluar dari tempat dia menguping dan meminta izin kepada Hinata Hyuga untuk menjadi shinobi. Himawari berkata dia ingin menjadi shinobi dan menjaga kakaknya agar ibunya tidak sedih. Tetapi kalau ibunya melarang karena akan bertambah sedih dia tidak akan melanjutkan rencannya itu.
6- Tidak pernah mengeluh
Di awal cerita Boruto Uzumaki orang sangat emosional dan membenci ayahnya Naruto Uzumaki. Boruto mengeluh karena kerjaan ayahnya dari pagi dan pulang tengah malam. Hal itu membuat Naruto tidak bisa bersama keluarga untuk makan malam dan merayakan perayaan ulang tahun adiknya Himawari.
Tetapi Himawari tidak pernah mengeluhkan seperti kakaknya. Dia bahkan memberikan dukungan kepada ayahnya Naruto Uzumaki untuk menjadi Hokage yang baik. Karena Himawari kasihan karena ayahnya selalu dimarahi kakaknya saat itu.

