RELUNG.ID – Unit Reskrim Polsek Kertapati Palembang menggelar rekontruksi kasus pembunuhan terhadap korban Deni Irawan (42) di Jalan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang.
Meski mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian, rekontruksi ini sempat diwarnai kericuhan. Lantaran, keluarga korban yang kesal terhadap tersangka yaitu Robbighfirli (20).
Beruntung kericuhan berhasil diredam dan tersangka pun langsung kembali diamankan usai gelaran rekontruksi tersebut.
Rekontruksi ini dimulai dari tersangka keluar dari lorong rumah bedeng PT PAN dengan membawa sebilah senjata tajam (sajam) jenis pisau badik diselipkan di pinggang, Minggu 6 Oktober 2024 sekitar pukul 19.00 WIB. Kemudian, korban Deni Irawan datang ke tempat saksi Sawok dan Anggi untuk mengobrol.
Kemudian, tersangka melihat korban hingga keduanya pun terlibat percakapan. Hanya saja, percakapan tersebut tidak didengar oleh kedua saksi.
Pada adegan ke-7, korban Deni Irawan tersinggung dengan ucapan tersangka Robbigh, lalu memukul wajah tersangka dengan menggunakan tangan kanan sebanyak satu kali. Lalu, tersangka mencabut sajam yang telah disiapkannya di pinggang sebelah kiri.
Di adegan ke-9, korban sempat berlari. Namun, dikejar oleh tersangka hingga pada adegan ke-10, korban terjatuh. Puncaknya, tersangka Robbigh menikam tubuh korban sebanyak dua kali ke arah perut dan satu kali ke arah punggung kiri.
Tak sampai disitu, pada adegan ke-13, tersangka kembali menikam korban ke arah pinggang sebelah kanan hingga kemudian, tersangka meninggalkan korban dengan tangan kanan memegang sajam, dan tangan kiri memegang sarung sajam.
Kedua saksi yang melihat hal tersebut langsung berteriak maling hingga warga pun berdatangan dan kemudian melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian.
“Rekontruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas dan mengungkap kebenaran dari peristiwa tersebut,” kata Kapolsek Kertapati, Iptu Angga Kurniawan, Senin (21/10).
Nantinya, berkas ini akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk tahap selanjutnya. Dia juga mengakui, dalam rekontruksi tersebut sempat diwarnai kericuhan. Namun, kericuhan berhasil diredam oleh anggota Reskrim Polres Kertapati.
“Benar, tapi anggota di lapangan kita Reskrim langsung melakukan pengamanan,” pungkasnya. (DNP)

