RELUNG.ID – Tidak kita sadari semua tindakan semua orang terkadang mengarah kepada Body Shaming atau menghina fisik orang lain. Namun alasan pelaku biasanya hanya untuk bercanda dan ingin menampilkan suasana gelak tawa.
Nah bagaimana kalau kalian menjadi korban pelaku body shaming! Bagaimana cara kita mengatasinya?
Dilansir dari halodoc, berikut cara menyikapi lontaran ejekan fisik dengan langkah berikut ini:
1. Mengabaikan Perkataan Si Body Shamer
Masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Abaikan saja, jangan ditanggapi! Kamu tidak perlu membalas perkataan kotor yang keluar dari mulut lawan bicaramu.
Gunakan waktu sebaik mungkin untuk berpikir positif. Anggap saja perkataan tersebut sebagai bentuk kecemburuan karena body shamer tidak memiliki apa yang kamu punya.
Baca Juga: Ini 7 Gangguan Psikologi Menyerang Anak-anak dan Remaja
Dengan mengabaikannya, dijamin hidupmu jadi lebih tenang dan semakin bahagia. Berpikir positif tidak ada ruginya, kok!
2. Tanggapi dengan Senyum dan Tunjukkan Belas Kasih
Cara ini memang sulit dilakukan, apalagi jika sudah sakit hati. Terjebak dalam situasi negatif dari perkataan orang lain memang sangat mudah.
Jika marah dan membalas perkataan si body shamer, ini berarti kamu menyetujui apa yang dikatakan. Sebaiknya, lawan rasa kesal dengan senyuman.
Senyuman menunjukkan belas kasih kepada mereka. Merespon dengan senyum akan membuat mereka berpikir dua kali untuk mengulanginya.
Ingatlah bahwa hidup terlalu singkat untuk memelihara rasa benci. Ada banyak ruang di hati untuk membagi kebaikan, meski dengan orang yang sudah menyakiti.
3. Ingat Bahwa Ini Bukan Kesalahanmu
Kamu tidak bisa mengatur perkataan yang keluar dari mulut orang lain. Namun, kamu bisa mengatur respon saat ingin menanggapinya.
Baca Juga: Jomblo Baca Ini! Ini 5 Ciri Pria Bisa Memikat Hati Wanita
Jika sudah tersulut emosi, tarik napas dalam lalu buang napas. Ingat bahwa ini bukan kesalahanmu. Bentuk fisik yang Tuhan berikan sudah sempurna untuk dirimu.
Kamu menarik di mata orang yang tepat. Jadi, jangan terpengaruh dengan omongan orang lain, ya!
4. Ciptakan Inner Support
Dukungan dari diri sendiri dapat kamu lakukan dengan mengucapkan kata-kata penguat di depan kaca. Lakukan setiap hari saat bangun tidur.
Ucapkan jika ‘aku cantik’, ‘aku hebat’, ‘aku kuat sudah bertahan sejauh ini’ dan ‘aku bisa terus menjadi manusia yang lebih baik’. Kata-kata semacam ini dapat meningkatkan harga diri dan rasa percaya diri.
Dengan begitu, kamu tidak akan menanggapi perlakuan body shaming dari orang lain terhadap kondisi fisikmu.
Body shaming adalah hal kejam dan tidak perlu dilakukan pada orang lain. Ini adalah bentuk intimidasi secara langsung.
Bukan hanya mempermalukan. Ini bahkan dapat menyebabkan depresi dan gangguan makan pada korban.
Jika langkah tersebut tidak ampuh untuk menenangkan batin akibat body shaming yang kerap terjadi, diskusikan hal ini dengan psikolog atau psikiater, ya! Jangan dipendam saja, karena emosi negatif butuh disalurkan.
Semoga bermanfaat

