Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Kalian Jadi Korban! Ini 4 Langkah Atasi Body Shaming
Lifestyle

Kalian Jadi Korban! Ini 4 Langkah Atasi Body Shaming

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda24/07/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Tidak kita sadari semua tindakan semua orang terkadang mengarah kepada Body Shaming atau menghina fisik orang lain. Namun alasan pelaku biasanya hanya untuk bercanda dan ingin menampilkan suasana gelak tawa.

Nah bagaimana kalau kalian menjadi korban pelaku body shaming! Bagaimana cara kita mengatasinya?

Dilansir dari halodoc, berikut cara menyikapi lontaran ejekan fisik dengan langkah berikut ini:

1. Mengabaikan Perkataan Si Body Shamer

Masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Abaikan saja, jangan ditanggapi! Kamu tidak perlu membalas perkataan kotor yang keluar dari mulut lawan bicaramu.

Gunakan waktu sebaik mungkin untuk berpikir positif. Anggap saja perkataan tersebut sebagai bentuk kecemburuan karena body shamer tidak memiliki apa yang kamu punya.

Baca Juga: Ini 7 Gangguan Psikologi Menyerang Anak-anak dan Remaja

Dengan mengabaikannya, dijamin hidupmu jadi lebih tenang dan semakin bahagia. Berpikir positif tidak ada ruginya, kok!

2. Tanggapi dengan Senyum dan Tunjukkan Belas Kasih

Cara ini memang sulit dilakukan, apalagi jika sudah sakit hati. Terjebak dalam situasi negatif dari perkataan orang lain memang sangat mudah.

Jika marah dan membalas perkataan si body shamer, ini berarti kamu menyetujui apa yang dikatakan. Sebaiknya, lawan rasa kesal dengan senyuman.

Senyuman menunjukkan belas kasih kepada mereka. Merespon dengan senyum akan membuat mereka berpikir dua kali untuk mengulanginya.

Ingatlah bahwa hidup terlalu singkat untuk memelihara rasa benci. Ada banyak ruang di hati untuk membagi kebaikan, meski dengan orang yang sudah menyakiti.

3. Ingat Bahwa Ini Bukan Kesalahanmu

Kamu tidak bisa mengatur perkataan yang keluar dari mulut orang lain. Namun, kamu bisa mengatur respon saat ingin menanggapinya.

Baca Juga: Jomblo Baca Ini! Ini 5 Ciri Pria Bisa Memikat Hati Wanita

Jika sudah tersulut emosi, tarik napas dalam lalu buang napas. Ingat bahwa ini bukan kesalahanmu. Bentuk fisik yang Tuhan berikan sudah sempurna untuk dirimu.

Kamu menarik di mata orang yang tepat. Jadi, jangan terpengaruh dengan omongan orang lain, ya!

4. Ciptakan Inner Support

Dukungan dari diri sendiri dapat kamu lakukan dengan mengucapkan kata-kata penguat di depan kaca. Lakukan setiap hari saat bangun tidur.

Ucapkan jika ‘aku cantik’, ‘aku hebat’, ‘aku kuat sudah bertahan sejauh ini’ dan ‘aku bisa terus menjadi manusia yang lebih baik’. Kata-kata semacam ini dapat meningkatkan harga diri dan rasa percaya diri.

Dengan begitu, kamu tidak akan menanggapi perlakuan body shaming dari orang lain terhadap kondisi fisikmu.

Body shaming adalah hal kejam dan tidak perlu dilakukan pada orang lain. Ini adalah bentuk intimidasi secara langsung.

Bukan hanya mempermalukan. Ini bahkan dapat menyebabkan depresi dan gangguan makan pada korban.

Jika langkah tersebut tidak ampuh untuk menenangkan batin akibat body shaming yang kerap terjadi, diskusikan hal ini dengan psikolog atau psikiater, ya! Jangan dipendam saja, karena emosi negatif butuh disalurkan.

Semoga bermanfaat

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMasyarakat Sumsel Dinilai Sudah Dewasa Dalam Berdemokrasi
Next Article Anime Kingdom Season 5 Bakal Tayang Januari 2024
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,974 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,845 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,818 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?