RELUNG.ID — Memasuki musim pancaroba, Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat lonjakan kasus diare. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Palembang, Yudhi Setiawan, melaporkan bahwa total kasus diare di kota ini mencapai 24.569. Dari jumlah tersebut, 10.693 kasus terjadi pada balita dan 13.876 kasus pada dewasa.
Data kasus dari Januari hingga September 2024 menunjukkan bahwa puncak kasus terjadi pada Juli, dengan total 3.067 kasus. Puskesmas Gandus mencatat angka tertinggi kasus diare di wilayah Palembang.
“Diare merupakan penyakit pencernaan yang disebabkan oleh kebersihan makanan dan minuman yang kurang terjaga,” jelas Yudhi pada Rabu (31/10/2024).
Untuk mencegah penyebaran diare, masyarakat disarankan menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun dan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak mengundang lalat.
Sementara itu, Direktur RS Pelabuhan Palembang, dr. Prijo Wahjuana, menyatakan bahwa pada musim peralihan ini, penyakit-penyakit lain seperti Demam Berdarah (DBD), Diare, ISPA, dan muntaber juga cenderung meningkat.
“Kami imbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan agar terhindar dari infeksi yang timbul di musim pancaroba,” tambahnya.[AYK]

