Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Ini 4 Alasan WHO Larang Penggunaan Vape dengan Perasa di Dunia
Lifestyle

Ini 4 Alasan WHO Larang Penggunaan Vape dengan Perasa di Dunia

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda03/01/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Organisasi kesehatan dunia atau WHO melakukan larangan tegas penggunaan vape dengan perasa di seluruh dunia pada Desember 2023 lalu. Hal itu ternyata ada alasannya yang menimbulkan munculnya larangan tegas tersebut.

Dilansir dari klikdokter ini 5 alasan WHO larang penggunaan Vape di seluruh dunia dengan perasa. Simak dibawah ini :

1. Meningkatnya di kalangan remaja

Salah satu alasan utama pelarangan ini adalah peningkatan dramatis penggunaan vape berperasa di kalangan remaja. Vape dengan berbagai rasa yang menarik, seperti buah-buahan dan permen, telah menarik minat generasi muda (remaja), yang sebelumnya tidak tertarik dengan produk nikotin. Ini menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan jangka panjang dan potensi ketergantungan nikotin di usia dini.

Baca Juga: Ini 10 Manfaat Apel Dikonsumsi Rutin Buat Kesehatan

2. Risiko Kesehatan yang Belum Diketahui

Meskipun vaping dianggap sebagai alternatif yang lebih sehat daripada merokok, masih banyak pertanyaan mengenai dampak jangka panjangnya. Studi telah menunjukkan bahwa zat kimia yang digunakan untuk menciptakan rasa dalam vape dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan sistem pernapasan. Selain itu, ada kekhawatiran tentang bagaimana zat-zat ini dapat berinteraksi dengan nikotin dan bahan kimia lainnya dalam vape.

3. Pemasaran yang Menyesatkan

WHO juga menyoroti masalah pemasaran vape berperasa yang sering kali menyesatkan. Produk-produk ini sering dipromosikan sebagai pilihan yang lebih sehat atau sebagai alat untuk membantu berhenti merokok. Namun, klaim ini belum sepenuhnya didukung oleh bukti ilmiah, dan ada kekhawatiran bahwa pemasaran semacam itu dapat menyesatkan konsumen, terutama remaja, tentang risiko sebenarnya dari vaping.

Baca Juga: Waspada! Ini 4 Masalah Kesehatan saat Rayakan Tahun Baru

4. Regulasi diperketat

Keputusan ini juga merupakan respons terhadap tekanan internasional untuk regulasi yang lebih ketat terhadap industri vape. Banyak negara telah mengambil langkah-langkah untuk membatasi atau melarang produk vape berperasa karena kekhawatiran yang sama. Dengan langkah ini, WHO bertujuan untuk mendorong pendekatan yang lebih seragam dan ketat terhadap regulasi vape di seluruh dunia.

Pelarangan vape dengan perasa oleh WHO menandai titik balik penting dalam perjuangan melawan peningkatan penggunaan nikotin di kalangan generasi muda. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi daya tarik vape bagi remaja dan mengurangi risiko kesehatan jangka panjang yang terkait dengan produk ini. Sebagai tanggung jawab global, keputusan ini mendorong negara-negara di seluruh dunia untuk merevisi kebijakan mereka terhadap produk vape dan melindungi kesehatan masyarakat.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleNasihat Miskha Untuk Natasha Rizky: Inget Allah Ibu Istighfar
Next Article Ini 10 Bahaya Vape untuk Kesehatan, Kalian Harus Tahu
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20266 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,008 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,878 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,851 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?