RELUNG.ID — Sriwijaya FC (SFC) semakin terpuruk setelah kalah dari PSKC Cimahi dengan skor 1-2 dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Jalak Harupat, Bandung, Jumat (15/11/2024).
Kekalahan ini membuat posisi Laskar Wong Kito semakin terancam degradasi dan berpotensi turun kasta ke Liga Nusantara musim depan.
Pelatih SFC, Hendri Susilo, memilih untuk fokus mengevaluasi tim daripada membahas situasi kritis di klasemen.
“Saya no comment dulu soal posisi kami di klasemen. Yang pasti, kami akan terus berusaha memperbaiki diri di pertandingan berikutnya,” ujar Hendri, Minggu (17/11/2024).
Pada laga tersebut, Sriwijaya FC sempat unggul lebih dulu melalui gol Beni Oktovianto pada menit ke-34. Namun, PSKC Cimahi berhasil menyamakan kedudukan sebelum babak pertama usai dan akhirnya berbalik unggul di babak kedua lewat gol Hambali Tholib pada menit ke-55.
“Konsentrasi dan tekanan di lapangan membuat fokus pemain terpecah,” jelas Hendri. Meski memiliki peluang untuk mencetak gol tambahan, SFC gagal memanfaatkan momentum, sehingga harus pulang tanpa poin.
Hasil ini membuat PSKC Cimahi naik ke peringkat yang lebih baik dengan raihan 16 poin. Sementara itu, Sriwijaya FC tetap terpuruk di peringkat ke-8 dengan hanya mengumpulkan 7 poin dari seluruh pertandingan yang telah dimainkan dalam Liga 2 musim 2024/2025.
Kekalahan ini menambah beban bagi SFC, yang harus berjuang keras di sisa pertandingan untuk keluar dari zona degradasi. Jika tidak segera bangkit, mereka berpotensi besar turun kasta ke Liga Nusantara, sebuah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah klub kebanggaan Sumatera Selatan ini.
Hendri menegaskan bahwa evaluasi akan segera dilakukan, khususnya untuk memperbaiki masalah konsistensi dan fokus tim. “Kami sempat unggul lebih dulu, tetapi hasil akhirnya tidak sesuai harapan. Ini jelas harus kami perbaiki,” katanya.
Kondisi Sriwijaya FC saat ini juga menjadi sorotan para suporter yang terus memberikan dukungan meski situasi semakin sulit. Tagar dukungan dan kritik terhadap manajemen tim mulai ramai di media sosial.
Sriwijaya FC masih memiliki beberapa pertandingan tersisa untuk mengamankan posisi di Liga 2. Namun, perjuangan ini akan semakin berat tanpa perbaikan signifikan di berbagai aspek, termasuk skema permainan, mentalitas tim, dan manajemen internal.
Mampukah Laskar Wong Kito bangkit dari keterpurukan dan menghindari degradasi? Semua bergantung pada kerja keras tim dan dukungan penuh dari para pendukungnya.[AYK]

