RELUNG.ID – Aksi pencoblosan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Puncak Jaya, Papua Tengah, Sumsel diwarnai aksi saling serang.
Aksi tersebut terjadi antara dua kelompok hingga mengakibatkan 94 orang terluka.
Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, Kamis (28/11).
Dia mengatakan, aksi saling serang ini terjadi antara dua kelompok massa yaitu massa pendukung nomor urut 1 dan 2 dengan menggunakan alat perang berupa panah di perempatan Kios Jummy sampai menuju kompleks kuburan 7.
Petugas gabungan TNI-Polri langsung ke lokasi kejadian untuk melerai massa. Namun massa dari arah berlawanan justru mencoba menyerang aparat gabungan.
“Sehingga terjadi pembakaran rumah milik warga,” terangnya.
Aksi ini baru berangsur kondusif setelah 2 jam dan para massa aksi ini pun kembali ke posko masing-masing. Dari catatan, setidaknya 40 unit rumah dan satu honai atau rumah tradisional masyarakat Papua dibakar massa.
“Jumlah korban sebanyak 94 orang. Rencananya 14 orang akan dirujuk ke RSUD Jayapura,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara menambahkan, saat ini personel Polres Puncak Jaya sedang mendalami motif dari kejadian tersebut dengan mengumpulkan data dan keterangan saksi.
“Polres Puncak Jaya kini siagakan personel gabungan TNI-Polri untuk mencegah aksi susulan,” singkatnya. (EWJ)

