RELUNG.ID — Ekonomi Singapura mencatat pertumbuhan 4,3 persen pada kuartal terakhir 2024, melampaui prediksi pemerintah yang sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan 3,5 persen menurut laporan dari Al Jazeera pada Kamis, 2 Januari 2025.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, sektor-sektor berikut menjadi kontributor utama yakni tumbuh 4,2 persen, didorong oleh peningkatan ekspor, melesat 5,9 persen, menunjukkan pemulihan signifikan pasca pandemi dan naik 4,3 persen, didukung aktivitas bisnis yang kuat.
Perdana Menteri Lawrence Wong dalam pesan Tahun Baru mengungkapkan bahwa Singapura berhasil menghindari tantangan ekonomi yang dialami banyak negara maju, seperti pengangguran tinggi dan Stagnasi upah
Namun, ia juga menyoroti bahwa perekonomian Singapura tidak sepenuhnya terlindungi dari risiko global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina, yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan stabilitas ekonomi global.
Wong juga mencatat bahwa tekanan biaya hidup tetap menjadi perhatian utama masyarakat Singapura.
Meskipun hasil positif di 2024, pemerintah Singapura memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2025 akan melambat, dengan proyeksi 1 persen-3 persen. Proyeksi ini mempertimbangkan tantangan eksternal, seperti volatilitas global dan dampak geopolitik.
Pertumbuhan ekonomi Singapura pada akhir 2024 mencerminkan daya saing dan ketangguhan negara kota tersebut, meskipun masih harus waspada terhadap dinamika global yang dapat memengaruhi ekonomi di tahun mendatang.[TRA]

