RELUNG.ID – Produksi padi di Sumatra Selatan (Sumsel) menunjukkan tren positif dalam empat tahun terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat peningkatan signifikan dari 2,55 juta ton pada 2021 menjadi 2,84 juta ton pada 2024.
Pencapaian ini menjadikan Sumsel salah satu daerah dengan produktivitas pertanian yang stabil meskipun provinsi lain mengalami penurunan.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Sumsel, Bambang Pramono, mengungkapkan bahwa awal tahun 2025 dimulai dengan optimisme tinggi.
“Luas panen pada Januari ini diperkirakan mencapai 44.352 hektare, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Dengan produktivitas rata-rata 5,6 ton per hektare, produksi bulan ini dapat mencapai 250.000 ton,” ujarnya, Rabu (15/1/2025).
Luas panen diperkirakan meningkat pada Februari 2025 hingga mencapai 74.699 hektare, menjadikan total panen dua bulan pertama tahun ini mencapai 119.051 hektare. Bambang menyebut, wilayah yang memasuki panen saat ini mayoritas adalah lahan pasang surut yang menjadi salah satu andalan Sumsel.
“Puncak panen diprediksi berlangsung pada Maret mendatang, dan kami optimistis produksi tahun ini mampu melampaui pencapaian 2024,” tambah Bambang.
Dalam mendukung keberhasilan panen, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, mengimbau pemerintah daerah agar segera menyiapkan gudang penampungan hasil panen. Langkah ini diharapkan mampu menyerap produksi secara maksimal dan mengurangi potensi kerugian petani.
“Selain gudang penampungan, jika memungkinkan, lumbung desa juga dihidupkan kembali. Ini penting agar hasil panen petani dapat dikelola dengan baik,” tegasnya.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan pemerintah pusat, Sumsel berpeluang memperkuat posisi sebagai salah satu lumbung pangan utama di Indonesia.[AYK]

