RELUNG.ID – Remaja sudah menjadi kumpulan perokok aktif di setiap tempat. Hal itu adalah kondisi mereka mau membuktikan diri karena mau dianggap dewasa.
Namun ada anak dibawah 18 tahun pun sudah mulai aktif menjadi perokok aktif. Nah ini dampak buruk remaja apabila sudah menjadi perokok.
Baca Juga: Catat! Ini 6 Pantangan saat Hamil Muda
Dilansir dari halodoc ini dampak merokok bagi remaja sebagai berikut:
1. Dampak merokok sebabkan kecanduan
Kecanduan merupakan dampak merokok bagi remaja yang akan kamu rasakan pertama kali. Pada dasarnya, merokok adalah kebiasaan yang sulit dihilangkan. Sebab, tembakau mengandung bahan kimia nikotin yang bersifat adiktif. Seperti heroin atau zat adiktif lainnya, tubuh dan pikiran cepat terbiasa dengan kandungan nikotin dalam rokok.
Nah, remaja yang mulai merokok pada usia dini cenderung mengembangkan kecanduan nikotin yang lebih parah, daripada dengan orang yang mulai merokok pada usia lebih dewasa.
Jika kamu sudah kecanduan, akan sangat sulit untuk menghentikannya, dan akibatnya kamu bisa mengalami mood swing atau gelisah apabila tidak segera merokok.
Karena itu kamu perlu menghentikan kebiasaan merokok, untuk mengetahui caranya silahkan kunjungi laman ini, “Ini Cara Berhenti Merokok Secara Aman dan Permanen.”
2. Meningkatkan risiko terkena penyakit
Studi menunjukan bahwa perokok lebih sering terserang penyakit pernapasan seperti pilek, flu, bronkitis, dan pneumonia. Mungkin ini terdengar seperti penyakit biasa, tetapi lama-kelamaan penyakit tersebut dapat mengarah pada penyakit pernapasan yang lebih parah.
Bagi remaja yang memiliki asma, merokok dapat memperburuk gejala dan meningkatkan frekuensi asma. Selain itu, remaja yang sudah kecanduan rokok biasanya cenderung mengabaikan waktu makan dan lebih memilih merokok. Alhasil mereka bisa kekurangan nutrisi untuk tumbuh, berkembang, dan melawan penyakit dengan baik.
Baca Juga: Jangan Panik! Ini 4 Buah Pencegah Rambut Rontok
3. Penyakit paru obstruktif kronik
Merokok merusak pertumbuhan dan menurunkan fungsi paru-paru, sehingga menyebabkan peningkatan risiko penyakit paru obstruktif kronik di kemudian hari.
Semakin dini remaja menjadi perokok aktif, dan mempertahankan kebiasaan tersebut hingga dewasa, maka semakin besar pula risiko mereka terkena penyakit ini.
Penyakit ini merupakan dampak merokok bagi remaja yang berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Gejalanya memang seperti penyakit biasa yaitu sesak napas, batuk berdahak, dan mengi.
4. Kesehatan mulut yang buruk
Merokok merupakan faktor risiko utama untuk kesehatan gigi dan gusi yang buruk, serta penyakit rongga mulut. Sekitar setengah kasus penyakit gusi dari orang di bawah usia 30 tahun, dikaitkan terjadi karena kebiasaan merokok.
Penelitian pada remaja Finlandia menemukan, merokok setiap hari dan kebiasaan jarang menyikat gigi dapat menjadi penyebab penyakit gusi pada remaja.
Hal ini karena merokok menyebabkan kekurangan oksigen dalam aliran darah, alhasil gusi yang terinfeksi akan sulit untuk sembuh.
5. Memiliki sindrom metabolik
Sindrom metabolik merupakan beberapa kondisi yang meningkatkan risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular. Beberapa sindrom metabolik yang sering terjadi bersamaan antara lain obesitas, hipertensi, trigliserida darah tinggi, rendahnya kadar kolesterol HDL, dan resistensi insulin.
Dalam sebuah studi terhadap lebih dari 5.000 remaja berusia 10-18 tahun, perokok aktif secara signifikan terkait dengan sindrom metabolik. Secara keseluruhan perokok lebih mungkin mengembangkan kondisi ini daripada mereka yang tidak merokok.
Semoga bermanfaat.

