RELUNG.ID- Menjelang Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, suasana hangat dan penuh harapan mulai terasa di Kota Palembang. Jalanan berhiaskan nuansa merah yang menyala, menjadi simbol keberuntungan dan kebahagiaan. Di tengah hiruk pikuk aktivitas sehari-hari, masyarakat Tionghoa terlihat sibuk mempersiapkan perayaan yang penuh makna ini.
Seperti yang terlihat di Toko Cahaya Rezeki, Jalan Veteran, sebuah tempat yang menjadi tujuan utama mereka yang ingin membawa semangat Imlek ke dalam rumah.
Di toko ini, lampion-lampion menggantung cantik, angpao berwarna merah berderet rapi dan aksesoris lain seolah memanggil setiap pengunjung untuk merasakan kehangatan tradisi yang terus hidup.
Hasan Saputra, seorang warga Tionghoa, melangkah masuk dengan senyum kecil di wajahnya. Tangannya dengan teliti memilih satu per satu aksesoris yang akan menghiasi sudut rumahnya.
“Saya ingin rumah terasa lebih hidup saat Imlek. Harapannya di tahun baru ini, kita bisa lebih jaya, lebih makmur, dan selalu diberkati,” ucapnya dengan nada penuh harap, Senin (20/1).
Tak jauh dari sana, Syam, pegawai toko yang telah bekerja bertahun-tahun, mengamati pengunjung yang silih berganti datang.
“Sejak awal bulan, toko ini sudah ramai. Paling laris itu lampion dan angpao. Mereka semua ingin membawa keberuntungan ke rumah masing-masing,” tuturnya sambil melayani pelanggan dengan ramah.
Namun, dibalik keceriaan itu, ada cerita lain yang diam-diam terucap. Syam menyebutkan bahwa tahun ini jumlah pembeli sedikit berkurang.
“Mungkin karena harga naik. Tapi, meski begitu, semangat mereka untuk merayakan Imlek tetap luar biasa. Saya yakin, di hati mereka, perayaan ini lebih dari sekadar dekorasi. Ini tentang harapan,” katanya dengan senyuman tipis.
Menjelang hari perayaan, toko ini akan buka hingga tengah malam. Suasana akan semakin semarak dengan pelanggan yang datang membawa mimpi dan doa, berharap tahun yang baru akan membawa keberuntungan, kesehatan. [FZI]

