Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Pengembangan DME Sulit Terealisasi, PTBA Kehilangan Investor Utama, Adaro Beralih Garap Solar PV
Bisnis

Pengembangan DME Sulit Terealisasi, PTBA Kehilangan Investor Utama, Adaro Beralih Garap Solar PV

ADMINBy ADMIN13/06/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi batu bara
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Satu per satu, perusahaan yang ditunjuk pemerintah untuk proyek pengembangan gasifikasi batubara menjadi dimethyl ether (DME) terus mendapat kendala dalam merealisasikan proyek tersebut.

Setelah PT Bukit Asam (PTBA) kehilangan perusahaan rekanannya asal Amerika Serikat, Air Products and Chemicals Inc, kini giliran PT Adaro Power, anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) yang menemui kendala dalam pengembangan energi terbarukan tersebut.

Perusahaan belum lama ini mengaku mengalami kesulitan dalam hal pembiayaan dan viabilitas komersial untuk proyek DME tersebut.

Menurut Dharma Djojonegoro, Direktur Utama Adaro Power, pasar DME sebagai pengganti liquefied petroleum gas (LPG) relatif terbatas, dengan permintaan utamanya terkonsentrasi di Indonesia. Selain itu, harga LPG domestik diatur sepenuhnya oleh pemerintah.

“Pasar ini cukup spesifik, sehingga sulit untuk meyakinkan mitra untuk berinvestasi dalam pabrik bernilai miliaran dolar jika harga LPG tidak sekompetitif pasar lain. Ada beban komersial yang perlu diatasi,” katanya.

Selain itu, Dharma menekankan bahwa pengembangan DME yang masih berbasis batu bara berdampak pada jejak karbon dan risiko yang terkait. Akibatnya, peluang untuk mendapatkan pembiayaan untuk proyek gasifikasi batu bara semakin berkurang.

Sebagai tanggapan, Adaro Power telah memutuskan untuk mengalihkan fokus investasinya ke pengembangan industri yang lebih ramah lingkungan melalui pendirian rantai pasokan solar photovoltaic (PV) di Indonesia.

Dharma menjelaskan keputusan ini didorong oleh permintaan Singapura akan listrik terbarukan. Adaro Power bermaksud memenuhi permintaan ini sesuai dengan panduan pemerintah.

“Kami akan menyediakan listrik, meskipun harganya lebih tinggi daripada di Indonesia. Namun, produksinya akan dilakukan di Indonesia. Oleh karena itu, kami perlu mendirikan rantai pasokan solar PV di negara ini,” ungkapnya.

Adaro Power saat ini sedang mencari investasi manufaktur asing untuk membangun rantai pasokan solar PV di Batam, Kepulauan Riau. Perusahaan ini memiliki potensi pengembangan solar PV dengan kapasitas lebih dari 1 GWp, serta sistem penyimpanan energi baterai (BESS) dengan kapasitas lebih dari 3 GWh.

Di sisi lain, PT Bukit Asam yang kehilangan rekanan utamanya dalam proyek pengembangan hilirisasi batubara bakal menjajaki potensi kerja sama dengan perusahaan lainnya.

Pengembangan hilirisasi batubara bakal dilakukan di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di atas lahan 164 hektar yang izinnya sudah keluar. Namun, izin khusus untuk pengembangan hilirisasi masih dalam proses.

“Kawasan itu nanti akan digunakan khusus untuk pengembangan hilirisasi batubara,” kata Direktur Utama PTBA Arsal Ismail , Kamis 9 Maret 2023.

Nantinya, pengembangan produk hilir batubara bisa dilakukan secara leluasa. Tidak terpaku pada gasifikasi hingga metanol. “Hilirisasi batubara ini kan banyak. Produk turunannya beragam. Jadi semua akan dikembangkan dalam satu kawasan,” ucapnya.

Dengan begitu, kata Arsal, investor yang masuk akan lebih beragam serta teknologi yang digunakan lebih fleksibel.

Berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sebelas perusahaan tambang telah berkomitmen untuk pengolahan batu bara secara hilir. Enam dari perusahaan tersebut, termasuk PTBA, PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Kaltim Nusantara Coal, PT Arutmin Indonesia, PT Kendilo Coal Indonesia, PT Adaro Indonesia, dan PT Berau Coal, berkomitmen untuk proyek gasifikasi batu bara dengan DME dan metanol sebagai produk akhir.

Enam proyek ini diperkirakan membutuhkan pasokan batu bara sekitar 19,17 juta ton per tahun. Dengan beralih fokus ke rantai pasokan solar PV, Adaro Power bertujuan untuk berkontribusi pada pengembangan energi terbarukan dan memenuhi permintaan yang semakin meningkat akan alternatif yang lebih ramah lingkungan di Indonesia. (TIM)

DME Gasifikasi Batu bara
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIni 3 Alasan, Sabo Harus Awakening
Next Article Im Sama Ternyata Dulunya Ratu Kerajaan Abad Kekosongan
ADMIN

Related Posts

Bisnis

Naik Rp15 Ribu, Ini Daftar Terbaru Harga Emas Antam

30/09/20266 Views
Bisnis

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

27/09/202612 Views
Bisnis

Turis Asing Belanja Pakai QRIS Capai Rp6,2 Triliun, 96,7 Persen Merchant UMKM

27/09/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,859 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,733 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,707 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?