Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Sumsel Berada di Zona Kuning Kasus PMK
Regional

Sumsel Berada di Zona Kuning Kasus PMK

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda27/01/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi sapi. (Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sumsel memperketat pengawasan lalu lintas hewan rentan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Langkah ini dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit antarwilayah, khususnya antara Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Karantina Sumsel, Kostan Manalu, menjelaskan pengawasan melibatkan pemeriksaan ketat dokumen kesehatan hewan, seperti Sertifikat Veteriner (SV), hasil uji laboratorium, dan status vaksinasi PMK. Pemeriksaan fisik terhadap hewan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit. Hewan yang dinyatakan sehat dan memenuhi syarat akan diterbitkan sertifikat kesehatan karantina.

“Kami mengharapkan kerja sama semua pihak dalam pencegahan PMK. Dengan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap protokol karantina, kami berharap kasus PMK dapat menurun dan tidak menyebar ke daerah lain,” ujar Kostan, Senin (27/1).

Selain pemeriksaan dokumen dan fisik, Karantina Sumsel juga menerapkan biosekuriti ketat dengan melakukan disinfeksi terhadap hewan dan alat angkut. Langkah ini penting untuk memastikan pencegahan penyebaran penyakit secara menyeluruh.

Tak hanya itu, Sumsel dan Kepulauan Bangka Belitung saat ini berada di zona kuning, yang berarti terdapat kasus PMK tetapi situasi dinyatakan terkendali tanpa lonjakan signifikan. Meski demikian, pengawasan tetap diperketat untuk memastikan tidak ada penyebaran lebih lanjut.

“Selama Januari 2025, kami telah memeriksa 452 ekor sapi dalam 32 frekuensi lalu lintas serta 300 ekor kambing dalam 3 frekuensi lalu lintas. Semua hewan tersebut diperiksa sesuai prosedur biosekuriti yang ketat,” tambah Kostan.

Menjelang libur nasional, seperti Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek, Karantina Sumsel memastikan pelayanan tetap berjalan di seluruh unit pelaksana teknis (UPT). Kebijakan ini mendukung ketahanan pangan nasional sembari memastikan prosedur biosekuriti tetap dijalankan.

“Kami tetap membuka layanan di seluruh satuan pelayanan wilayah Karantina Sumsel. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung swasembada dan ketahanan pangan nasional,” jelas Kostan.

Kostan juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan hewan atau komoditas pertanian yang akan dilalulintaskan, baik antarwilayah maupun antarnegara, kepada petugas karantina. Karantina Sumsel terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya protokol ini guna mencegah penyebaran PMK.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung langkah pencegahan ini. Dukungan aktif dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan hewan dan ketahanan pangan di wilayah Bumi Sriwijaya,” tutupnya.[AYK]

 

PMK Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDiduga Disekap, Ibu Satu Anak di Palembang Tewas dengan Kondisi Mengenaskan
Next Article Diduga Belum Hafal Lintasan, Bus Wisatawan Terperosok di Kebun Teh Gunung Dempo
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,901 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,773 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,746 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?