RELUNG.ID – Tidak hanya di dunia nyata ada Covid-19 wabah penyakit mematikan, manga One Piece juga memperkenalkan adanya wabah penyakit berbahaya telah merengut nyawa di dalam cerita yang dibuat oleh Eiichiro Oda.
Ini wabah penyakit berbahaya di dunia One Piece. Simak dibawah ini :
1- Tree Fever
Tree Fever atau Wabah Demam Pohon, merupakan wabah mematikan petama di dunia One Piece yang Oda Sensei perkenalkan dalam ceritanya. Wabah mematikan ini pertama kali diperkenalkan dalam arc Jaya. Ini merupakan sebuah wabah mematikan yang melanda para penduduk Shandia ratusan tahun lalu, yang mana hal ini terbukti ketika Mont Blanc Noland pergi mengunjungi tempat itu.
Baca Juga: FAKTA ONE PIECE: Belum Dinikahi Ginny Sudah Dihamili Tenryuubito
Banyak penduduk Shandia yang awalanya menduga jika ini merupakan kutukan dari para dewa. Namun, Mont Blanc Noland yang kemudian menyadari jika itu merupakan sebuah penyakit alias wabah. Pengetahuaan Noland tentang tumbuh-tumbuhan pada akhirnya berhasil menciptakan obat penawar bagi wabah tersebut yang mana para penduduk bisa sembuh dan terlepas dari penyakitnya.
Gejala dari wabah Tree Fever hanya bisa diketahui dari titik-titik hitam yang muncul di kulit penderitanya. Penyakit ini masih belum diketahui asal-usulnya, namun diyakini disebarkan melalui hewan ke tumbuhan dan begitu juga sebaliknya. Inilah alasannya mengapa penyakit ini memiliki nama Tree Fever. Penggunaan Conine, yang merupakan ekstrak dari pohon Kona, jadi satu-satunya cara untuk menyembuhkan penyakit ini.
2- Amber Lead
Amber Lead merupakan wabah yang jauh lebih mematikan daripada Tree Fever di dunia One Piece. Penyakit ini pertama kali muncul dalam arc Dressrosa, tepatnya ketika cerita kilas balik Trafalgar D Water Law. Dianggap sebagai salah satu momen tragis dalam seriesnya, para penduduk di wilayah Flevance harus terkena wabah mengerikan tersebut. Hal ini merupakan efek samping dari apa yang mereka lakukan yaitu menambang Amber Lead.
Dengan wilayah Flevance yang merupakan wilayah pertambangan, kandungan racun dari mineral tersebut membuat para penduduk lain juga harus terkena dampaknya. Para penduduk mengalami gejala di mana tubuh mereka terbakar dan panas. Warna kulit mereka juga perlahan memudar. Sama sekali tidak ada gejala dari penyakit ini sampai kemudian mereka sudah berada di tahapan kronis.
Baca Juga: Kru Bajak Laut Bonney Ternyata Sahabat Kecil Kuma dan Ginny
Semua penduduk di wilayah Flevance tewas akibat wabah Amber Lead ini, yang mana hanya menyisakan Law sebagai satu-satunya yang selamat. Law sendiri sebenarnya hampir saja kehilangan nyawanya jika bukan karena buah iblis Ope Ope yang Rosinante berirkan kepadanya. Ironisnya, tragedi kematian para penduduk Flevance ini justru jadi momen bagi Pemerintah Dunia untuk menghilangkan wilayah tersebut.
3- Sapphire Scale
Wabah mematikan di dunia One Piece yang terakhir adalah sapphire Scale. Wabah atau penyakit mematikan ini baru saja diperkenalkan oleh Oda dalam arc Egghead yang masih berjalan hingga sekarang.
Dalam kilas balik Bartholomew Kuma diperlihatkan bagaimana penyakit ini sempat diderita oleh Ginny, yang mana pada akhirnya membuat dia tewas. Menurut dokter di Kerajaan Sorbet, Sapphire Scale bahkan jauh lebih langka dan mematikan dari Amber Lead.
Sejauh ini, tidak banyak informasi yang diketahui mengenai wabahnya. Penderitanya tidak akan bisa terkena cahaya matahari langsung selama hidupnya. Jika hal itu terjadi, maka tubuhnya akan tertutupi oleh berbagai batu safir yang berujung pada kematian seperti yang terjadi kepada Ginny.
Bonney jadi korban selanjutnya dari wabah ini, namun untuknya Vegapunk berhasil menyelamatkan nyawanya melalui proses transplantasi sel.
Di chapter 1103 kemarin, akhirnya informasi lain mengenai Sapphire Scale terungkap oleh Gorosei Saturn. Menurutnya, dialah yang membuat Ginny menderita Sapphire Scale yang mana itu merupakan efek samping dari obat-obatan yang dia gunakan dalam uji coba kepada Ginny. Yang mengerikannya adalah Gorosei Saturn justru membuang dan mencampakan Ginny ketika kondisinya sangat lemah.

