RELUNG.ID – Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu dari empat bulan yang mulia dalam Islam.
Kemuliaan ini terbukti dengan anjuran Nabi Muhammad SAW untuk melaksanakan ibadah tertentu di dalamnya.
Ibadah di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini disebutkan oleh Nabi Muhammad saw lebih mulia daripada jihad fi sabilillah.
Baca Juga: Ini Bermanfaat! 5 Cara Diet Cepat yang Aman
Rasulullah bersabda: “Tidak ada hari dimana amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Dzulhijjah,”
Para sahabat bertanya: “Tidak juga dari Jihad fi sabilillah?” Beliau menjawab: “Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya.”
Karena itu, di 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah ini dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah mulai dari puasa dan zikir.
Baca Juga: Ini 3 Bahaya Minum Bubble Tea Berlebihan
Dikutip NU Online, Nabi Muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad juga menganjurkan untuk memperbanyak berzikir di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah itu.
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya,” (HR Ahmad).
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir pada sepuluh pertama Dzulhijjah, lebih khusus lagi di hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijah.
Baca Juga: Tips Atasi Lapar Tengah Malam, Biar Tidak Gendut
Di antara zikir yang diperbanyak adalah melafalkan tahlil, takbir, dan tahmid.
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah. Shalat malam di hari-hari tersebut juga memiliki pahala yang lebih dari biasanya.

