RELUNG.ID – Pemerintah berencana membangun akses menuju ruas tol Pematang Panggang–Kayu Agung dengan membangun exit tol di Desa Mataram Jaya, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Namun, proyek ini masih terkendala pembebasan lahan dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp25 miliar.
Kepala Bidang Perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) OKI, Hendri Wardison, menyatakan bahwa dana pembebasan lahan diharapkan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan.
“Dana sebesar itu kemungkinan besar tidak bersumber dari APBD OKI, melainkan kami berharap adanya bantuan dari gubernur Sumsel. InsyaAllah tahun ini bisa, bila Pemprov Sumsel sharing dengan kita, karena exit tol ini menyangkut perekonomian warga OKI dan sekitarnya,” ujar Hendri, Sabtu (15/2).
Hendri menjelaskan, usulan pembangunan akses tol ini diajukan oleh Bupati OKI melalui surat resmi nomor 590/238/Dispertan/2019 kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Menindaklanjuti hal itu, Pemkab OKI melalui Bappeda menggelar rapat koordinasi di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumsel pada 5 Februari lalu. Sebagai hasilnya, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR menerbitkan surat nomor BM0302-Db/1.102 yang menetapkan perubahan lingkup konstruksi pada proyek jalan tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayuagung.
Berdasarkan surat tersebut, PT Hutama Karya sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ditugaskan untuk membangun Simpang Susun Mataram Jaya. Proyek ini direncanakan berada di ruas jalan tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayuagung, tepatnya di KM 274+400.
Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten OKI, Hendra Anggara, menegaskan bahwa pembebasan lahan exit tol ini akan dibiayai melalui dana sharing antara Pemkab OKI dan Pemprov Sumsel.
“Dana ganti rugi lahan ini sudah disepakati sejak 2019 melalui rapat antara Pemkab OKI, Provinsi Sumsel, dan pemerintah pusat. Untuk realisasinya, kita masih menunggu kesiapan anggaran dari berbagai pihak,” tuturnya.[THQ]

