RELUNG.ID – Produksi sampah di Kota Palembang mencapai 1.000 ton per hari, terdiri dari sampah rumah tangga, individu, instansi, hingga sampah dari pasar. Meski begitu, volume sampah perlahan mengalami penurunan, meskipun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) masih menghadapi kendala kekurangan armada pengangkutan.
“Untuk mengangkut ribuan ton sampah, kami hanya memiliki 141 mobil. Tahun 2025 akan ada tambahan enam mobil, namun jumlah ini masih belum ideal,” ujar Kepala DLH Palembang, Akhmad Mustain, Sabtu (15/2/2025).
Menurutnya, jumlah armada yang ideal untuk mengangkut sampah di Palembang seharusnya mencapai 225 unit, dengan rincian 210 unit beroperasi aktif dan 15 unit sebagai cadangan untuk perawatan.
“Sejauh ini, ada penurunan produksi sampah sebanyak 280 ton per hari, dari 1.280 ton menjadi 1.000 ton per hari,” jelasnya.
Mustain menambahkan, penurunan tersebut juga didorong oleh keberhasilan program penukaran botol plastik dengan tumbler. Program ini diharapkan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Program penukaran botol plastik dengan tumbler bertujuan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, baik pekerja maupun pelajar. Pasalnya, meskipun sampah plastik tidak sebanyak limbah sisa makanan, namun plastik sulit terurai dan menjadi ancaman bagi lingkungan.
“Produksi sampah di Palembang sekitar 50 persen merupakan plastik. Berkat program ini, jumlah sampah plastik sudah berkurang 18,7 persen,” ungkap Mustain.[THQ]

