RELUNG.ID – Kawaki Uzumaki sangat ngotot ingin membunuh saudara kandungnya. Hal itu sampai Kawaki Uzumaki rela menculik Naruto Uzumaki dan Hinata Hyuga.
Kawaki Uzumaki bahkan memanfaatkan Eida untuk menghapus status Boruto Uzumaki sebagai anak dari Hokage ketujuh. Boruto Uzumaki bahkan difitnahnya membunuh Hokage hingga menjadi buronan kelas S yang wajib dibunuh dibandingkan ditangkap.
Baca Juga: Ini 3 Alasan Tenten Memilih Hidup Melajang di Boruto
Padahal desa Konoha dan nyawa Hokage tengah diancam oleh Code yang ingin menyerang desa. Tetapi Kawaki malahan sibuk ingin membunuh saudara kandung dan anak dari ayah angkatnya itu.
Namun kalau kita simak Kawaki Uzumaki memiliki alasan utama atau alasan kuat untuk membunuh Boruto Uzumaki. Kalau kita simak dari peninggalan atau sisa-sisa klan Otsutsuki hanya sisa 4, mereka adalah :
1- Kawaki Uzumaki
Kawaki memiliki Karma dari peninggalan Isshiki Otsutsuki. Dia bisa menggunakan kekuatan dan perubah menjadi Otsutsuki sesuai keinginannya.
2- Eida
Eida manusia buatan yang diciptakan menggunakan DNA Shibai Otsutsuki oleh Amado. Eida juga memiliki kekuatan dewa dari Shibai tersebut.
Baca Juga: Ini Macam-macam Ciptaan dari DNA Hashirama Senju di Naruto
3- Daemon
Daemon sama seperti kakaknya Eida, dia juga mewarisi peninggalan atau sisa-sisa Otsutsuki. Dia juga memiliki kekuatan khas dari Shibai Otsutsuki
4- Code
Lalu terakhir adalah Code dia mewarisi Vasal dari Ishhiki Otsutsuki. Namun Vasal putih itu hanya mempunyai kekuatan klan Otsutsuki tetapi dinilai level rendah.
Dari 4 peninggalan atau sisa-sisa Otsutsuki itu hanya tinggal Boruto Uzumaki. Hal itulah menjadi alasan utama Kawaki Uzumaki ingin membunuh saudara angkatannya itu.
Boruto Uzumaki Otsutsuki aktif
Alasan kuat Kawaki sudah jelas hanya Boruto Uzumaki yang merupakan Otsutsuki aktif. Boruto Uzumaki bukan peninggalan sisa-sisa Otsutsuki. Wajar saja kalau Kawaki Uzumaki ingin membunuh Boruto Uzumaki.
Tentunya karena Boruto Uzumaki memiliki Momoshiki Otsutsuki ditubuhnya. Jelas Boruto Uzumaki adalah satu-satunya Otsutsuki yang masih hidup.

