RELUNG.ID — Pelatih Timnas U-20 Indonesia, Indra Sjafri, secara terbuka mengakui kegagalannya dalam membawa timnya lolos ke Piala Dunia U-20 2025. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tetap berhasil memenuhi dua dari tiga target yang diberikan oleh PSSI.
Sejak dipercaya melatih Timnas U-20 pada Desember 2023, Indra mendapatkan tiga target utama: menjuarai Piala AFF U-19, lolos ke Piala Asia U-20, dan melaju ke Piala Dunia U-20. Sayangnya, hanya dua dari tiga target tersebut yang dapat ia capai.
Timnas U-20 pertama kali menjalani pemusatan latihan (TC) di Qatar pada akhir 2023, dengan mayoritas pemain berasal dari skuad U-17 yang sebelumnya berlaga di Piala Dunia U-17. TC berlanjut di Jakarta pada Januari 2024, di mana Indra mulai menyeleksi pemain secara lebih rinci, termasuk melakukan tes kesehatan dan melibatkan psikolog dalam tim.
Beberapa laga uji coba pun dijalani, seperti kekalahan 1-2 dari Thailand dan 2-3 dari Uzbekistan, serta hasil imbang 0-0 melawan Suwon FC. Indra juga terus memantau pemain keturunan Indonesia di luar negeri, bahkan sempat terbang ke Belanda pada Mei 2024 untuk menemui beberapa talenta muda.
Pada Juni 2024, Timnas U-20 mengikuti Turnamen Toulon di Prancis, namun gagal meraih kemenangan. Setelah itu, di Piala AFF U-19 pada Juli 2024, skuad Indra Sjafri sukses menjadi juara, memenuhi target pertama yang diberikan PSSI.
Pada Agustus 2024, tim bertanding di Seoul On Earth Us Cup di Korea Selatan, mencatat kemenangan 2-1 atas Argentina tetapi kalah dari Thailand dan tuan rumah. Selanjutnya, di Kualifikasi Piala Asia U-20 pada September 2024, Timnas U-20 tampil solid dengan kemenangan atas Maladewa dan Timor Leste serta hasil imbang kontra Yaman, yang memastikan mereka lolos ke putaran final sebagai juara grup, memenuhi target kedua.
Harapan besar muncul saat PSSI mengupayakan naturalisasi Dion Markx dan Tim Geypens untuk memperkuat tim di Piala Asia U-20. Sayangnya, prosesnya terlambat, dan keduanya baru disumpah sebagai WNI pada Februari 2025, sehingga tidak dapat didaftarkan.
Timnas U-20 akhirnya gagal menembus semifinal Piala Asia U-20 2025—syarat utama untuk lolos ke Piala Dunia U-20 di Chile. Dalam fase grup, mereka finis di peringkat ketiga dengan satu poin, hasil dari hasil imbang 0-0 melawan Yaman. Beberapa peluang berbahaya sempat tercipta dari lawan, tetapi kiper Fitrah Maulana tampil solid untuk menghalau serangan.
Meski gagal mencapai target utama, Indra Sjafri tetap bisa membanggakan pencapaiannya membawa Timnas U-20 menjuarai Piala AFF dan lolos ke Piala Asia U-20. Ke depannya, ia berharap ada evaluasi menyeluruh agar Timnas Indonesia bisa lebih siap menghadapi turnamen internasional berikutnya.[THQ]

