RELUNG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan (Sumsel) melaporkan kabar menggembirakan terkait kinerja neraca perdagangan sepanjang 2024.
Pada triwulan keempat, Sumsel mencatatkan surplus perdagangan sebesar 1,57 miliar dolar AS, menandai lonjakan signifikan sebesar 27,97 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy), kenaikan tersebut mencapai 38,55 persen.
Kepala BPS Sumsel, Mohammad Wahyu Yulianto, dalam rilis resminya pada Minggu (23/2/2025), menyatakan bahwa capaian ini menjadi bukti kuatnya performa perdagangan Sumsel di tengah dinamika ekonomi global.
“Kondisi ini menunjukkan peningkatan yang sangat positif, sekaligus mencerminkan daya saing dan produktivitas sektor perdagangan kita,” ujar Wahyu.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan keempat 2024 juga memperlihatkan tren positif dengan angka 5,07 persen secara year on year (yoy). Meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, Wahyu menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut tetap dalam kategori baik dan stabil.
“Kinerja ini sejalan dengan pemulihan ekonomi yang terus berlangsung, ditopang kontribusi optimal dari sektor perdagangan dan industri sepanjang 2024,” jelas Wahyu.
Ia menambahkan bahwa aktivitas ekspor dan impor yang melampaui target turut menjadi pendorong utama surplus neraca perdagangan Sumsel tahun ini.
Sepanjang 2024, ekonomi Sumsel tumbuh sebesar 5,03 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor perdagangan dan jasa. Wahyu mengungkapkan bahwa sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, menjadi penyumbang tertinggi dengan kontribusi 0,85 persen.
“Angka-angka ini menunjukkan bahwa perekonomian Sumsel terus bergerak ke arah yang positif, didukung pemulihan yang merata di berbagai sektor,” tutup Wahyu.
Dengan capaian ini, Sumatra Selatan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan kinerja ekonomi yang solid dan prospektif di Indonesia. [THQ]

