RELUNG.ID — Cuaca ekstrem masih berpotensi melanda wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang Maret 2025. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, dan longsor.
“Kami meminta masyarakat waspada terhadap hujan lebat disertai angin kencang, kilat, dan petir. Jika beraktivitas di luar ruangan, harap berhati-hati,” kata Pejabat Ahli Madya BMKG SMB II Palembang, Sinta Andayani, Rabu (5/3/2025).
Menurut Sinta, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di Sumsel. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia yang membuat atmosfer tetap lembap dan basah.
“Faktor dinamika atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Tropical Low juga aktif di sekitar Sumsel, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan,” jelasnya.
Curah hujan di Sumsel pada Maret ini diprediksi lebih tinggi dibandingkan Januari dan Februari lalu. Beberapa wilayah bahkan sudah mengalami hujan terus-menerus yang mengakibatkan banjir.
“Puncak hujan diperkirakan terjadi di awal dan akhir Maret, dengan cuaca yang berfluktuasi di pertengahan bulan,” tambah Sinta.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan memantau informasi cuaca terkini. Pemerintah daerah juga diminta siaga dalam mengantisipasi dampak bencana yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem ini. [THQ]

