RELUNG.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai mengevaluasi sejumlah objek wisata sebagai respons terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini diambil untuk memastikan pengelolaan anggaran tetap optimal tanpa mengabaikan kenyamanan dan kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan, dua objek wisata yang sudah dihentikan operasionalnya adalah Kapal Wisata Musi Cruise dan Menara Ampera. Namun, evaluasi masih terus dilakukan untuk mempertimbangkan aspek keamanan, kenyamanan, retribusi, dan dampaknya bagi warga.
“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh agar keputusan yang diambil tidak terkesan asal-asalan. Jika memungkinkan, objek wisata tersebut bisa dibuka kembali setelah kajian matang,” ujar Ratu Dewa usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Palembang, Rabu (5/3/2025).
Selain fokus pada sektor pariwisata, Pemkot Palembang juga berkomitmen menuntaskan janji politik Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam dalam 100 hari kerja. Target tersebut diharapkan bisa tercapai sepenuhnya pada Desember 2025.
Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, menegaskan bahwa meski ada kebijakan efisiensi anggaran, program pro rakyat tetap menjadi prioritas dan tidak akan terganggu.
“Kami tidak akan memangkas anggaran untuk program yang menyentuh langsung masyarakat. Efisiensi hanya berlaku untuk kegiatan seperti seminar dan forum group discussion,” kata Prima Salam.
Program prioritas yang menjadi fokus Pemkot Palembang antara lain:
– Seragam sekolah gratis untuk PAUD, SD, dan SMP
– Jaminan kesehatan bagi warga
– Penyediaan Wi-Fi gratis di fasilitas umum
– Layanan ambulans gratis
– Bantuan kain kafan gratis
– Program kesejahteraan dan layanan mendesak lainnya.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bahu-membahu merealisasikan visi dan misi Ratu Dewa dan Prima Salam (RDPS).
“Sebelum 100 hari kerja berakhir, akan ada evaluasi menyeluruh, mulai dari tingkat lurah, camat, hingga kepala bagian. Jika ada program yang belum berjalan optimal, akan segera dikaji dan diperbaiki. Meski tidak semua target tercapai dalam 100 hari, yang terpenting adalah progres yang nyata,” jelas Aprizal.
Dengan semangat kolaborasi dan evaluasi berkelanjutan, Pemkot Palembang optimistis bisa menghadirkan perubahan positif dan mewujudkan Palembang yang lebih berdaya dan sejahtera.[THQ]

