RELUNG.ID – Keberadaan keturunan Jawa di Sumsel dinilai dapat mendongkrak kemajuan daerah.
Meski demikian, budaya dan adat harus tetap dijaga dan dilestarikan
Karena kelestarian tersebut merupakan salah satu hal penting.
Baca Juga: Go Ah Sung dan Jang Ryul Bakal Bintangi Drakor Sejarah Baru ‘The Love Story of Chunwa’
“Kami minta pengurus Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) terus aktif dan berperan dalam menjaga kelestarian budaya dan adat istiadat, khusunya di Sumsel,” kata Gubernur Sumsel, Herman Deru, Jumat (2/6).
Menurutnya, ditengah tantangan modernisasi, jangan sampai budaya dan adat justru tergerus dan hilang karena budaya asing.
Karena itu, dia pun telah membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait dengan kearifan lokal.
Perda tersebut dikeluarkan untuk menata kearifan lokal yang disimbolkan dengan tanjak.
“Tanjak tersebut sebagai simbol pemersatu suku-suku yang ada di Sumsel ini,” ujarnya.
Disisi lain, Herman Deru mengakui, kehadiran masyarakat keturunan suku Jawa di Sumsel membawa dampak cukup baik bagi daerah ini.
Baca Juga: Bayi Berusia Satu Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Palembang, Kondisinya Tidur dan dikerumuni Semut
Dimana etos kerja baik yang menjadi sikap masyarakat jawa pada umumnya bisa dicontoh masyarakat Sumsel.
“Banyak yang dapat ditiru oleh penduduk asli Sumsel dari masyarakat Jawa ini salah satunya soal kedisiplinan kerjanya. Inilah yang membuat sejumlah sektor di Sumsel bisa tumbuh menjadi besar seperti sektor pertanian,” terangnya.
Menurut data BPS, masyarakat keturunan Jawa yang ada di Sumsel sebesar 38 persen. Namun penyebarannya memang tidak merata.
Baca Juga: Anime Bungo Stray Dog Musim kelima Bakal Tayang 12 Juli
Paling banyak di daerah OKU Raya, kemudian Lubuklinggau, Musi Rawas, Muratara, OKI dan Banyuasin
“Kami harap keberadaan keturunan Jawa di Sumsel ini dapat terus mendongkrak kemajuan di daerah ini. Selain itu, Pujakesuma juga bisa mendorong perbaikan ekonomi di Sumsel,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPW Pujakesuma Sumsel, Devi Suhartoni mengatakan, Pujakesuma merupakan wadah bagi masyarakat Jawa yang ada di Sumsel.
Baca Juga: 2.151 CJH Telah Diberangkatkan dari Embarkasi Palembang, Enam Jemaah Masih Ditunda
“Kita berupaya untuk menjadi penggerak ekonomi di Sumsel. Saat ini, kita mendorong anak muda menjadi pengurus Pujakesuma,” pungkas Devi yang juga menjabat sebagai Bupati Muratara.

