RELUNG.ID – Memasuki musim kemarau, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kini rawan terjadi.
Beberapa titik api juga sudah terpantau khususnya di wilayah Sungai Keruh, Muba.
Hal ini tentunya menjadi sorotan Pemkab Muba.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca di Sumsel, Empat Daerah Bakal Diguyur Hujan Deras
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, Pathi Riduan mengatakan, saat ini Kecamatan Sungai Keruh terjadi peningkatan titik api.
Dia pun meminta seluruh elemen Pemdes, masyarakat dan perusahaan untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan.
“Kami juga himbauan untuk membentuk posko di tingkat desa atau dusun guna memantau bila terjadi karhutla. Hal ini agar cepat diketahui dan ditanggulangi,” katanya.
Baca Juga: Ini Cara Membersihkan Telingan dengan Aman
Dia juga meminta kepada Aparah Penegak Hukum (APH) untuk mengambil tindakan tegas bagi terhadap pelanggaran yang dilakukan khususnya pembakaran lahan dan hutan.
“Kami harap dengan sosialisasi ini dapat menindaklanjuti kondisi sejak beberapa hari terakhir yang terpantau sudah ada titik api,” tutupnya.
Sementara itu, Pj Bupati Muba, Apriyadi menambahkan, seluruh Camat tidak boleh meninggalkan tempat tanpa seijin pimpinan.
Baca Juga: Ini 4 Olahraga Malam Bisa Dilakukan untuk Diet
Selain itu, dia juga meminta agar Camat segera melakukan sosialisasi secara berjenjang sampai Kepala desa dan Lurah untuk menghimbau seluruh warganya.
“Ingat jangan membuka lahan dengan cara membakar,” katanya.
Dia menjelaskan, membuka lahan dengan cara membakar berpotensi menyebabkan terjadinya Karhutla. Apalagi, saat ini memasuki musim kemarau.
Baca Juga: Honor 90 Series Diluncurkan, Kamera 200MP dan Pengisian 90 Watt
Jangan sampai terulang kejadian Karhutla di Muba seperti waktu yang lewat. Selain itu, dia juga mengajak semua pihak untuk menjaga Muba agar zero asap.
“Bagi warga yang kedapatan membakar lahan maka akan disanksi tegas sesuai aturan,” pungkasnya.

