RELUNG.ID – Jangan sampai salah membersihkan telinga sembarangan bisa berbahaya. Tentunya akan berpengaruh kepada pendengaran kita.
Nah ini ada cara membersihkan telinga dengan aman. Dilansir dari HelloSehat, berikut ini tiga tips membersihkan telinga dengan tepat.
Baca Juga: Ini 4 Olahraga Malam Bisa Dilakukan untuk Diet
1. Gunakan Tetes Telinga
Cara membersihkan telinga yang tepat adalah dengan menggunakan cairan tetes telinga yang banyak dijual di apotik. Cairan ini mengandung hidrogen peroksida atau sodium bikarbonat yang berfungsi untuk membantu melunakkan kotoran telinga dan membantu proses pengeluaran cairan telinga.
Cara menggunakan cairan telinga ini cukup mudah namun perlu kehati-hatian. Pertama, kamu bisa meneteskan beberapa tetes cairan sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan. Pastikan cairan masuk ke saluran telinga. Kemudian, miringkan kepala selama 2 hingga 5 menit.
Terakhir, bersihkan bagian luar telinga dari kotoran yang keluar. Pastikan tangan dalam kondisi yang bersih ketika melakukan pembersihan telinga.
2. Gunakan Minyak Zaitun
Selain cairan tetes telinga, kamu bisa memanfaatkan minyak zaitun untuk membersihkan kotoran telinga. Minyak zaitun berfungsi untuk melembapkan bagian saluran telinga sehingga membuat kotoran menjadi lebih lunak dan bisa keluar dengan sendirinya.
Baca Juga: Ini 4 Penyebab saat Makan Kalian Sakit Kepala
Cara menggunakannya juga cukup mudah yaitu kamu hanya perlu meneteskan beberapa tetes minyak zaitun ke lubang telinga. Kemudian diamkan selama kurang lebih lima menit.
Setelah itu, kotoran akan keluar dengan sendirinya. Namun jika kotoran terlalu keras, maka kamu membutuhkan treatment ini beberapa kali hingga kotoran bisa keluar.
Minyak zaitun jarang menyebabkan alergi atau iritasi sehingga aman untuk digunakan.
3. Pemeriksaan ke Dokter THT
Cara terbaik untuk melakukan pembersihan telinga adalah dengan melakukan pemeriksaan ke dokter THT. Pemeriksaan ini perlu rutin dilakukan agar telinga tetap bersih dan kesehatannya dapat terjaga.
Selain itu, dokter THT juga akan melakukan pemeriksaan kondisi key telinga secara menyeluruh. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui apakah ada risiko terjadinya gangguan pendengaran atau tidak.
Semoga bermanfaat

