RELUNG.ID – Dalam Kultum Ramadan Relung Media, Ustadz Anang Walian mengajak umat Islam untuk merenungkan dan menerapkan empat nasihat Rasulullah kepada Abu Dzar Al-Ghifari.
Empat nasihat ini patut diteladani dan menjadi pedoman dalam menghadapi perjalanan hidup yang penuh tantangan.
Keempat nasihat tersebut yakni;
1. Perbaiki “Bahtera” Hidup
Ustadz Anang Walian mengumpamakan kehidupan ibarat sebuah kapal yang harus dipersiapkan dengan baik sebelum mengarungi lautan kehidupan yang dalam dan penuh rintangan.
Beliau menekankan pentingnya memperbaiki niat dengan tulus karena Allah, sehingga setiap langkah dan perjuangan dalam hidup mendapatkan landasan yang kuat. Dengan niat yang murni, diyakini perjalanan hidup akan menjadi lebih aman dan terarah.
2. Bawa Bekal yang Banyak
Nasihat kedua mengajarkan umat untuk mempersiapkan bekal yang cukup, baik dalam bentuk ilmu pengetahuan, bekal ekonomi, maupun persiapan spiritual. Ustadz Anang mencontohkan pentingnya pendidikan bagi generasi mendatang dan upaya memperkuat ekonomi keluarga.
Persiapan ini tidak hanya untuk kehidupan dunia, melainkan juga sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.
3. Ringankan Beban
Dalam menghadapi perjalanan hidup yang penuh dengan tantangan, beliau mengingatkan untuk mengurangi hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti perkataan, perbuatan, dan pikiran negatif.
Mengurangi beban yang tidak berguna diibaratkan dengan menurunkan beban berat yang mengganggu kestabilan kapal, sehingga perjalanan bisa lebih lancar dan selamat.
4. Ikhlaskan Amal Perbuatan
Nasihat terakhir mengajak setiap individu untuk menjalankan setiap aktivitas dan amal perbuatan dengan keikhlasan semata-mata karena Allah.
Dengan keikhlasan, setiap amal menjadi sarana mendapatkan ridha Ilahi. Ustadz Anang menekankan bahwa meskipun bantuan dan dukungan dari sesama penting, namun sebaiknya setiap amal dilandasi dengan niat yang tulus tanpa mengharap imbalan duniawi.
Di tengah momentum Ramadan, di mana umat Islam diingatkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah, introspeksi, dan perbaikan diri.
“Marilah kita menerapkan keempat nasihat tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menyambut malam-malam penuh berkah, seperti tarawih, membaca Al-Qur’an, dan berbagai kegiatan sosial keagamaan,” kata dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang ini.
Dia berharap setiap individu dapat mengambil hikmah dari pesan-pesan Rasulullah kepada Abu Dzar Al-Ghifari.
“Dengan memperbaiki “bahtera” hidup, mempersiapkan bekal yang cukup, merampingkan beban, dan mengikhlaskan setiap amal, umat diharapkan mampu menjalani kehidupan yang lebih berkualitas serta mendapatkan keberkahan di dunia dan akhirat,” tutupnya. (LWM)

