RELUNG.ID – Dinas Kesehatan Kota Palembang, Sumatera Selatan, mencatat 40 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Ramadhan 2025 hingga pekan ketiga. Meski demikian, tidak ada korban jiwa akibat penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, mengonfirmasi bahwa angka kasus DBD masih terkendali dan pihaknya terus melakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi lonjakan kasus.
“Nihil angka kematian akibat DBD sejak awal Maret hingga hari ini. Kami terus mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ujar Yudhi, Rabu (19/3).
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Palembang mengajak masyarakat untuk menggalakkan program 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah-wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk pembawa virus DBD.
Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Fenty Aprina, menegaskan bahwa pihaknya telah menyediakan layanan fogging gratis di 18 kecamatan. Layanan ini dapat diakses melalui puskesmas, kecamatan, kelurahan, maupun langsung dari Dinkes Palembang.
“Fogging akan dilakukan setelah ada laporan dari warga dan pemeriksaan lingkungan. Jika ditemukan banyak jentik nyamuk di sekitar 20 rumah warga, maka tindakan fogging segera dilaksanakan untuk mencegah penyebaran DBD,” jelas Fenty.
Tak hanya fogging, Dinkes Palembang juga terus membagikan abate sebagai bagian dari gerakan serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD di tingkat kecamatan.
Dengan berbagai upaya ini, masyarakat diharapkan lebih waspada dan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah peningkatan kasus DBD di Palembang.[THQ]

