RELUNG.ID – Manusia manusia dilahirkan ibaratkan seperti selembar kertas kosong, dalam keadaan bersih dan murni.
Namun, lingkungan dan pengaruh dari luar seperti agama yang dianut oleh orang tua bisa menggeser kondisi tersebut.
Karena itu, di momen lebaran Idulfitri ini maka jadikan untuk kembali ke fitrah.
“Fitrah adalah upaya mengembalikan semangat keimanan yang telah digembleng selama bulan Ramadan,” katanya.
Menurutnya, semangat keimanan yang tumbuh di bulan Ramadan, melalui kegiatan tadabur Al-Qur’an, salat berjamaah, dan silaturahmi, harus terus dipertahankan di bulan-bulan berikutnya seperti Syawal, Zulqadah, dan Zulhijah.
“Spirit yang kita bentuk di bulan Ramadan hendaknya menjadi bekal untuk menahan hawa nafsu dan menghindari perbuatan tercela,” ujarnya.
Dia pun menekankan pentingnya transformasi diri, agar umat dapat beralih dari perbuatan buruk menuju kebaikan secara konsisten.
“Manusia yang memiliki akhlakul karimah adalah manusia yang berhijrah menuju kebaikan, dan di setiap bulan kita harus berupaya menjadi lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya. (LWM)

