RELUNG.ID – Misteri kematian Raja Alabasta generasi ke-12 Nefertari Cobra masih belum jelas. Bahkan pembunuhnya saja belum diketahui jelas.
Sabo dijadikan pelaku dalam sebuah berita karena dia berada disisi mayat raja Cobra. Ayah dari salah satu nakama topi jerami Nefertari Vivi sebenarnya dibunuh sudah sangat lama.
Baca Juga: Sabo Difitnah Bunuh Ayah Vivi
Nah ini beberapa fakta dibalik kematian raja Cobra. Simak dibawah ini :
1- Terjadi saat Reverie
Itu terjadi saat pertemuan Reverie merupakan bentukan pemerintah dunia terdiri dari 50 pemimpin dunia dari 170 negara dan raja.
Dalam pertemuan itu disinyalir Raja Cobra yang menetang harus memberikan pajak upeti dengan jumlah yang besar. Dia tidak ingin penduduknya di Alabasta menderita. Sikap keras itu didukung 8 negara lainnya hingga menjadi penyebab dia terbunuh.
2- Siapa pelakunya
Pelakunya tidak lain diyakini adalah Im Sama, karena dampak pertemuan Reverie itu terjadi pemberontakan 8 kerajaan.
Bahkan kerajaan Lulusia dihancurkan Im Sama karena menolak membayar pajak. Ini tidak menutup kemungkinan karena pertemuan Reverie ayah Vivi dinilai Im Sama yang menjadi pemimpin pemberontakan tersebut.
Baca Juga: Ivankov Kaget Lihat Foto di Koran Sabo Bunuh Ayah Vivi
Agar pemberontakan bisa ditekan raja Cobra dibunuh di Marijoa. Ternyata setelah kematian raja Cobra 8 kerajaan tetap ingin memberontak dan 1 kerajaan sudah dihancurkan Im Sama.
3- Kenapa Sabo jadi pelaku
Saat Reverie terjadi Sabo bersama Pasukan Revolusioner melakukan penyerangan ke Marijoa untuk menyelamatkan Kuma.
Kemungkinan saat dia masuk ke dalam gedung Marijoa tepat peristiwa pembunuhan raja Cobra terjadi beberapa jam sebelumnya.
Im Sama memanfaatkan itu untuk memfitnah Sabo. Terlebih lagi penyerangan Pasukan Revolusioner sangat mencoreng keberadaan sebagai sosok absolud di semesta One Piece.
Nah itu fakta-fakta yang mungkin memecahkan teka-teki kematian raja Cobra di manga One Piece.

