RELUNG.ID – Status Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang yang kembali menjadi bandara internasional membuka peluang besar bagi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk memasarkan komoditas unggulannya ke kancah global.
Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumsel, Komarudin, menyatakan bahwa kembalinya status internasional Bandara SMB II akan berdampak positif pada komoditas lokal, khususnya dari sektor perkebunan dan perikanan.
“Komoditas perkebunan seperti kopi Sumsel memiliki potensi besar untuk diekspor. Banyak pihak yang berminat, tetapi kendala sering terjadi karena keterbatasan ruang kargo, mengingat sistemnya berbasis online,” jelas Komarudin, Selasa (29/4).
Selain kopi, Sumsel juga memiliki potensi besar di sektor perikanan. Beberapa komoditas seperti ikan betutu, kepiting, dan udang belalang sering menjadi incaran pasar internasional, khususnya di Malaysia.
“Selama ini ekspor komoditas perikanan dilakukan melalui Bandara Soekarno-Hatta. Dengan status SMB II kembali menjadi internasional, kami akan mempromosikan agar ekspor bisa dilakukan langsung dari Palembang,” tambahnya.
Sebelumnya, banyak komoditas Sumsel yang diekspor melalui jalur lain sehingga tidak tercatat secara langsung di Balai Karantina Palembang. Kini, dengan adanya akses internasional di SMB II, peluang untuk mencatat dan mengoptimalkan ekspor langsung dari Sumsel semakin besar.
“Kembalinya status internasional Bandara SMB II menjadi pintu gerbang bagi komoditas lokal Sumsel untuk langsung melenggang ke pasar global. Ini akan menjadi langkah strategis untuk mendongkrak nilai ekspor kita,” ungkap Komarudin.
Pihaknya berkomitmen untuk mendorong ekspor langsung dari Palembang tanpa perlu melalui daerah lain. “Kami akan mengupayakan agar proses ekspor lebih efisien dengan rute direct langsung dari Palembang,” tutupnya.[THQ]

