RELUNG.ID – Hampir semua mobil baru yang menggunakan transmisi matic kini sudah menggunakan gearbox jenis continuously variable transmission (CVT). Namun apabila transmisi CVT overheat kalau dibiarkan akan membuat rusak permanen.
Dilansir dari AutoFun ini 3 penyebab transmisi CVT Overheat. Simak dibawah ini :
1. Terus Memacu Kendaran Dalam Kecepatan Tinggi
Jangan memacu kendaraan dalam kecepatan terlalu tinggi dan waktu yang lama
Terus memacu mobil dalam kecepatan tinggi dapat mengakibatkan transmisi CVT overheat.
Baca Juga: Ini 3 Manfaat Rutin Ganti Oli Mesin Motor
Hal tersebut dikarenakan suhu pada transmisi terus meningkat akibat adanya gesekan besar. Ketika suhu pada transmisi tinggi, biasanya mobil akan memasuki gejala yang dinamai safe mode.
Safe mode ini menahan laju kendaraan supaya tidak berlari pada kecepatan tinggi guna mengembalikan suhu ideal. Saat kondisi seperti ini kalian tidak akan bisa menambah kecepatan meski pedal gas diinjak penuh sekalipun.
Dalam kondisi safe mode, kecepatan maksimal mobil di jalan bebas hambatan umumnya hanya bisa dipacu 60 km/jam.
2. Selalu Menggunakan Cruise Control
Mobil keluaran baru umumnya sudah dilengkapi dengan fitur cruise control. Fitur ini berfungsi untuk mengunci laju kendaraan supaya tetap stabil tanpa harus pengemudi menginjak pedal gas.
Baca Juga: Catat! Ini 8 Ciri-ciri AC di Mobil Bermasalah
Siapa sangka pemakaian fitur cruise control secara terus menerus dalam waktu yang lama justru bisa mengakibatkan gejala overheat pada transmisi CVT. Karena RPM yang dikunci pada putaran tinggi justru mengakibatkan suhu transmisi panas, sehingga masuk dalam safe mode.
3. Nanjak Dalam Kondisi Macet
Gejala transmisi CVT overheat bisa disebabkan karena mobil menanjak dalam kondisi macet secara terus menerus. Seperti saat terus-terusan memacu mobil dalam kecepatan tinggi, overheat disebabkan karena suhu yang panas akibat kerja dari sabuk besi yang berat. Terlebih ketika membawa beban berat, bisa menyebabkan gejala overheat lebih cepat.

