RELUNG.ID – Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) menyatakan bahwa ekspor karet dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih berjalan normal meskipun situasi ekonomi global sedang tidak menentu.
“Sejauh ini ekspor karet Sumsel tetap berlangsung tanpa kendala berarti,” kata Ketua Gapkindo Sumsel, Alex K. Eddy, di Palembang, Kamis (8/5/2025).
Alex menjelaskan, stabilitas ekspor ini salah satunya disebabkan oleh penundaan kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat yang sebelumnya direncanakan. Selain itu, komoditas karet juga dikecualikan dari kebijakan tarif tersebut, sehingga tidak langsung terdampak.
Namun, Alex mengingatkan potensi risiko jika kebijakan itu memengaruhi ekonomi global secara keseluruhan. “Penurunan daya beli masyarakat global dapat berdampak pada menurunnya permintaan karet alam,” ujarnya.
Pada tahun 2024, ekspor karet Sumsel tercatat mencapai 740.624 ton. Untuk tahun 2025, Gapkindo memproyeksikan ekspor karet dapat mencapai 800 ribu ton atau bahkan lebih, dengan catatan kondisi pasar tetap kondusif.
“Potensi ekspor karet tahun ini diperkirakan serupa dengan tahun sebelumnya, mengingat belum ada tambahan lahan baru maupun replanting tanaman karet,” jelas Alex.[THQ]

