RELUNG.ID – Perputaran uang dalam transaksi aset kripto mencatatkan lonjakan signifikan pada kuartal I 2025. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total transaksi kripto mencapai Rp 109,3 triliun selama tiga bulan pertama tahun ini. Angka ini jauh melampaui perputaran dana dari judi online yang tercatat oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebesar Rp 47 triliun.
Penurunan perputaran dana judi online dibandingkan periode yang sama tahun 2024, yang sebelumnya mencapai Rp 90 triliun, turut memperbesar selisih antara kedua sektor tersebut. Dengan meningkatnya transaksi kripto, dampaknya juga terlihat pada penerimaan negara. Dari penerapan pajak aset kripto sejak 2022 hingga Maret 2025, total penerimaan pajak telah mencapai Rp 1,2 triliun.
Wan Iqbal, CMO Tokocrypto, menilai industri kripto memberikan kontribusi nyata yang lebih positif dan berkelanjutan dibandingkan judi online.
“Kripto bukan hanya alat investasi, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan literasi keuangan digital, dan berkontribusi pada penerimaan negara melalui pajak. Berbeda dengan judi online, kripto menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Iqbal, Minggu (11/5).
Ia menambahkan bahwa dukungan kebijakan pro-inovasi dan literasi yang lebih luas dapat menjadikan kripto sebagai penggerak utama ekosistem ekonomi digital yang inklusif.
Tren Bitcoin dan Sentimen Positif
Lonjakan transaksi kripto juga dipengaruhi oleh penguatan harga Bitcoin (BTC). Saat ini, harga BTC telah melampaui USD 103.000 dan diproyeksikan mencapai USD 105.000 hingga USD 108.000 dalam waktu dekat.
Analis kripto Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menyebut bahwa penguatan ini didukung oleh keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuan dan kesepakatan perdagangan antara AS dan Inggris yang diumumkan Presiden Donald Trump.
“Jika sentimen positif ini terus berlanjut, BTC memiliki potensi untuk menembus level resistensi berikutnya di USD 120.000,” jelas Fyqieh.
Selain itu, usulan legislasi baru di AS, termasuk Undang-Undang Bitcoin yang diajukan Senator Cynthia Lummis, menjadi katalis tambahan. Jika legislasi tersebut disahkan, rencana pemerintah AS untuk mengakumulasi hingga satu juta BTC dalam lima tahun ke depan dapat memperketat pasokan Bitcoin di pasar dan mempercepat kenaikan harga.[THQ]

