RELUNG.ID – Konflik militer yang terjadi di Sudan telah terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Konflik ini membuat Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Negara Sudan harus dievakuasi.
Berdasarkan data Kementrian Luar Negeri (Kemlu), hingga saat ini 929 WNI berhasil dievakuasi dari Sudan.
Baca Juga: WA Mulai Ujicoba Fitur Barunya, Chat Lock, Sharing Facebook Hingga Transkrip Suara
Evakuasi WNI ini telah dilakukan empat tahap. Berikut rinciannya;
- Tahap pertama 385 WNI tiba di Jakarta pada 28 April lalu.
- Tahap kedua 363 WNI tiba di Jakarta pada 30 April.
- Tahap ketiga 75 WNI tiba 1 Mei.
- Tahap keempat sebanyak 100 WNI yang tiba Selasa (2/5).
- Sementara 6 WNI mengatur kepulangannya secara mandiri.
Dengan kepulangan tahap IV tersebut, maka 929 WNI telah kembali ke tanah air.
WNI yang telah dipulangkan ke tanah air akan menginap di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, untuk penanganan lebih lanjut oleh Kementerian/Lembaga terkait, sebelum dipulangkan ke daerah asalnya.
Baca Juga: Ditinggal Nikah Pria Mengamuk Pecahkan Kaca Rumah, Netizen: Keputusan Tepat
Untuk diketahui, konflik militer di Sudan antara Sudan Armed Forces dan Rapid Support Forces terjadi pada tanggal 15 April 2023. Konflik tersebut mengancam situasi keamanan di Sudan sehingga KBRI Khartoum menetapkan status Siaga II pada tanggal 16 April 2023. Dengan meningkatnya eskalasi konflik tersebut, pada tanggal 20 April 2023, KBRI Khartoum menetapkan status Siaga I.

