RELUNG.ID – SMK Negeri 1 Jarai, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, kini menjadi pelopor pengolahan kopi berkualitas tinggi dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan melalui inovasi Smart Solar Dryer. Inovasi ini hadir sebagai solusi efisiensi pengeringan kopi yang selama ini dilakukan secara tradisional.
Ketua Periset dari Program Katalis Kemitraan Berdikari, Ade Silvia Handayani, menjelaskan bahwa teknologi ini mengadopsi sistem solar dryer dome berbasis Internet of Things (IoT) serta didukung oleh kecerdasan buatan (AI) dan machine learning. Inovasi tersebut memungkinkan proses pengeringan kopi menjadi lebih cepat dan higienis.
“Proses pengeringan yang biasanya memakan waktu 2-3 minggu, kini hanya membutuhkan 5-7 hari. Kadar air kopi lebih terkontrol, cita rasa tetap terjaga, dan tingkat kerusakan produk dapat ditekan secara signifikan,” jelas Ade saat diwawancarai.
Sebelum adanya inovasi ini, kopi dari Kecamatan Jarai, salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Sumsel, dikeringkan di ruang terbuka seperti halaman atau jalan, yang sering terpengaruh oleh kondisi cuaca tidak menentu di dataran tinggi.
Menurut Ade, Smart Solar Dryer mampu mengurangi waktu pengeringan hingga 64-66 persen. Selain itu, sistem ini juga mendukung standar pasar global yang mengharuskan produk tersertifikasi halal dan memenuhi syarat kualitas yang tinggi.
Yang membuat teknologi ini semakin istimewa adalah pendekatan ramah lingkungannya. Panel surya yang dipasang di atap greenhouse digunakan untuk menghasilkan energi bagi kipas pengering, menggantikan listrik konvensional.
“Ide ini sepenuhnya memanfaatkan sinar matahari. Tidak ada penggunaan listrik, sehingga sangat ramah lingkungan,” tambah Ade, yang bersama timnya terdiri dari enam mahasiswa dan lima dosen mengembangkan inovasi ini.
Ade juga menyebutkan bahwa pemilihan SMK Negeri 1 Jarai sebagai lokasi proyek bukan tanpa alasan. Sekolah ini merupakan satu-satunya di Sumsel yang memiliki Rumah Produksi Kopi dan mata pelajaran khusus mengenai kopi.
Selain itu, inovasi ini juga melibatkan kerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel serta Komunitas Kopi Sriwijaya sebagai bagian dari kolaborasi pentahelix.
“Kami ingin memperbaiki kualitas kopi Sumsel sekaligus mendukung promosi kopi lokal ke pasar global. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan dunia pendidikan, inovasi ini menjadi langkah konkret menjaga eksistensi kopi Sumsel,” tutup Ade.[THQ]

