RELUNG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) III Palembang terus memperkuat legalitas aset negara melalui program sertipikasi lahan.
Sepanjang tahun 2024, KAI Divre III berhasil mensertipikatkan lahan seluas 2.292.056 meter persegi atau lebih dari 2,2 juta meter persegi, dengan total nilai aset mencapai Rp524,4 miliar.
Manager Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memastikan status hukum lahan yang dikelola perusahaan sekaligus mencegah potensi sengketa di kemudian hari.
“Pensertipikatan ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam menjaga legalitas aset negara yang dikelola. Dengan kepemilikan yang sah, aset ini bisa dioptimalkan untuk mendukung bisnis perkeretaapian,” ujar Aida, Selasa (27/5/2025).
Pada tahun 2025 ini, KAI masih melanjutkan kolaborasi dengan ATR/BPN untuk mensertipikatkan lahan tambahan seluas 1.507.250 meter persegi. Seluruh proses dilakukan secara bertahap dan menyasar seluruh wilayah kerja Divre III Palembang.
Secara keseluruhan, KAI Divre III mengelola aset lahan seluas 40,8 juta meter persegi yang tersebar di berbagai wilayah Sumsel dan Bengkulu, termasuk Kota Palembang, Ogan Ilir, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Empat Lawang, Lubuklinggau hingga Rejang Lebong.
Dari total tersebut, 6,69 juta meter persegi telah bersertipikat dengan jumlah 331 buku sertifikat. Aset itu terdiri dari lahan RoW (Right of Way) yang berada di sepanjang jalur aktif KA seluas 3,9 juta meter persegi, lahan Non-RoW seperti rumah perusahaan dan lahan di jalur KA nonaktif seluas 35,6 juta meter persegi, serta 340 ribu meter persegi lahan hasil pembelian.
Selain pensertipikatan, KAI Divre III juga melakukan pengamanan fisik aset melalui pemasangan patok batas dan plang penanda. Sepanjang 2024, dilakukan penertiban terhadap 198.638 meter persegi lahan, pemasangan 270 patok dan 655 plang aset.
“KAI tidak hanya bertugas mengelola aset negara, tetapi juga memastikan setiap jengkal tanah negara benar-benar terlindungi dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegas Aida. (KPB)

