RELUNG.ID- Seorang pria berinisial Budi Hartono alias Kobra (52), yang mengaku sebagai anggota Kostrad, menyerang dua anggota Polres Kendal saat bertugas di jalan raya.
Belakangan terungkap bahwa pelaku merupakan eks anggota TNI yang telah diberhentikan tidak dengan hormat sejak 2018, serta positif menggunakan narkotika jenis sabu.
Insiden terjadi pada Kamis (5/6/2025) sekitar pukul 13.30 WIB di depan Kantor Pemadam Kebakaran Kendal, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 158. Saat itu, Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar bersama rombongan dalam perjalanan kembali ke Mapolres usai menghadiri panen jagung di Kecamatan Gemuh.
Rombongan polisi mencurigai sebuah mobil KIA Picanto putih bernomor polisi B 1883 VFX yang melaju ugal-ugalan. Kendaraan itu melintas zigzag, kaca belakang diganti kawat berduri, dan pengemudinya terlihat tidak memegang setir.
Kapolres lalu memerintahkan anggotanya melalui radio untuk menghentikan kendaraan tersebut dengan sirene dan pengeras suara.
Namun, respons pelaku justru agresif. Mobilnya menabrak kendaraan dinas polisi, lalu pelaku keluar dan memukul salah satu anggota sambil menariknya dari dalam mobil. Ia berteriak mengaku sebagai anggota TNI Kostrad.
Dua anggota Polres Kendal yang menjadi korban, Bripka Muhammad Agyl Setiawan Sadzali dan Briptu Reza Fida Pratama, memilih tetap tenang dan tidak membalas. Bersama anggota lain, pelaku berhasil diamankan secara profesional.
“Ini ujian kedewasaan aparat dalam menghadapi provokasi. Kami tidak membalas dengan kekerasan,” ujar Brigadir M. Naharusurur, saksi di lapangan.
Pelaku lalu dibawa ke Mapolres Kendal untuk pemeriksaan. Dari hasil tes urine, Budi terbukti positif mengonsumsi metamfetamin (sabu). Ia juga diketahui merupakan eks anggota Kodim 0715/Kendal yang diberhentikan dengan tidak hormat pada 2018 karena pelanggaran berat.
Komandan Kodim 0715/Kendal, Letkol Inf Ely Purwadi, membenarkan status pelaku sebagai mantan anggota TNI.
“Yang bersangkutan sudah bukan bagian dari institusi kami. Kami serahkan sepenuhnya penanganan kepada Polres Kendal,” tegas Letkol Ely.
Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, mengapresiasi jajarannya yang tetap mengedepankan pendekatan humanis meski dalam situasi terancam.
“Ini bukti bahwa Polri tidak hanya menegakkan hukum, tapi juga menjunjung nilai kemanusiaan. Anggota kami mampu menunjukkan kedewasaan dalam bertugas,” katanya.[YKP]

