RELUNG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan akurasi dan keamanan operasional kereta api melalui modernisasi sistem persinyalan elektrik.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 21 stasiun dan pos blok di wilayah kerjanya telah menggunakan sistem persinyalan elektrik. Sementara 12 stasiun lainnya masih mengandalkan sistem mekanik.
“Persinyalan elektrik menjadi prioritas karena lebih presisi dalam memberikan sinyal dan mampu meminimalkan risiko kesalahan pergerakan kereta,” kata Aida, Selasa (11/6).
Sistem persinyalan berperan penting dalam mengatur lalu lintas kereta di jalur yang sama, memberi instruksi kepada masinis kapan harus berhenti atau melaju, serta mencegah potensi tabrakan antar kereta. Peran vital ini membuat KAI Divre III terus mempercepat transformasi dari sistem mekanik ke elektrik.
Menurut Aida, sistem elektrik menggunakan komponen modern seperti relay, sirkuit elektronik, dan sinyal elektrik, yang berbeda dengan sistem mekanik yang masih mengandalkan tuas dan kabel.
“Keunggulan utama dari sistem elektrik adalah akurasi tinggi dan kemampuan interlocking yang mencegah perintah sinyal bertabrakan,” jelasnya.
Tak hanya itu, sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan teknologi kontrol otomatis dan dipantau secara jarak jauh. Ini memberikan efisiensi tinggi dalam pengawasan dan pengendalian perjalanan kereta.
Meski sistem mekanik dinilai lebih sederhana dan hemat dalam biaya perawatan, Aida menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
“Dengan sistem elektrik, kami bisa memastikan instruksi ke masinis lebih akurat dan waktu respon terhadap situasi di lapangan jadi lebih cepat,” katanya.
KAI Divre III Palembang menargetkan pengembangan sistem persinyalan elektrik secara bertahap di seluruh jaringannya. Modernisasi ini diyakini menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan layanan transportasi publik yang semakin kompleks.
“Keselamatan adalah harga mati. Dan untuk itu, kami terus berinovasi,” tutup Aida. (KPB)

