RELUNG.ID – Aksi nekat seorang pendaki yang berhasil mencapai puncak Gunung Merapi di tengah status siaga Level III viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @pendakilawas, terlihat seorang pria merekam dirinya di puncak Merapi sambil mengakui bahwa pendakian dilakukan secara ilegal, tanpa izin dari pihak berwenang.
Kejadian ini menuai kecaman publik karena dinilai membahayakan keselamatan pribadi dan berpotensi mendorong pendaki lain melakukan hal serupa.
“Ketiadaan tindakan tegas terhadap pelanggaran seperti ini dikhawatirkan akan menormalisasi pendakian ilegal, bahkan mendorong orang lain untuk meniru,” tulis akun tersebut. Unggahan itu juga menyertakan peringatan keras:
“JANGAN DITIRU GAIS!!!”
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Muhammad Wahyudi, membenarkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti kasus tersebut.
Ia mengatakan, penyelidikan telah dilakukan sejak informasi pertama diterima pada 11 Juni 2025, yang berasal dari akun TikTok @chandra.kusuma.fa.
“Pendakian dilakukan pada tanggal 8 Juni 2025. Kami menduga jumlah pendaki lebih dari satu orang dan ada tiga konten yang diunggah hingga 15 Juni 2025,” ungkap Wahyudi dalam keterangannya, Selasa (17/6/2025).
Wahyudi menambahkan, identifikasi terhadap pelaku dilakukan berdasarkan kesamaan pakaian dalam video dengan rekaman dari kamera pemantau milik TNGM di kawasan Merapi.
Petugas juga melakukan pendekatan persuasif terhadap pemilik akun dan tengah memproses pemanggilan untuk dimintai keterangan.
“Larangan pendakian ini bukan tanpa alasan. Saat ini, Gunung Merapi berada pada status Siaga Level III, artinya dilarang ada aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak,” tegas Wahyudi.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah memasang papan informasi larangan di titik-titik masuk jalur pendakian, melakukan sosialisasi secara daring dan luring, serta penjagaan di pos New Selo sebagai langkah mitigasi risiko.
“Kami mengimbau semua pihak untuk tidak menyepelekan potensi bahaya gunung berapi. Pendakian ilegal adalah tindakan ceroboh yang bisa mengorbankan nyawa, baik diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. (vid)

