RELUNG.ID – Semua orang pastinya setelah makan bakso pasti memesan es teh menjadi minuman favorit sejuta umat di Indonesia. Namun sebenarnya itu berbahaya untuk kesehatan tubuh.
Dilansir dari halodoc ini 3 alasan minum es teh setelah makan berbahaya, simak dibawah ini :
1. Menghambat Penyerapan Zat Besi pada Tubuh
Banyak penelitian yang menganjurkan untuk tidak meminum teh setelah makan. Salah satunya seperti penelitian yang dipublikasikan Critical reviews in food science and nutrition berjudul Effect of tea and other dietary factors on iron absorption. Sebab, kandungan asam fitat yang ada pada teh dapat mengacaukan penyerapan zat gizi pada tubuh. Perlu diketahui bahwa setelah makan, tubuh akan bertugas untuk mencerna dan menyerap seluruh manfaat dari makanan yang dikonsumsi.
Baca Juga: BMKG Prakiraan di Palembang Kembali Alami Hujan Petir, Tetap Waspada dan Jaga Kesehatan
Sayangnya, interaksi antara asam fitat yang ada dalam teh disebut dapat menghambat penyerapan zat besi (Fe), seng (Zn) dan Magnesium (Mg). Jika hal ini terjadi, dikhawatirkan orang tersebut akan mengalami anemia atau kekurangan zat besi. Alih-alih minum teh, para peneliti lebih menyarankan untuk banyak minum air putih termasuk setelah makan. Sebab air putih telah terbukti dapat membantu proses pencernaan makanan.
2. Memicu Terjadinya Konstipasi
Teh memiliki kandungan senyawa tanin di dalamnya. Nah, karena kandungan tersebut, mengonsumsi teh setelah makan dikhawatirkan dapat memicu terjadinya konstipasi atau diare. Sebab, salah satu manfaat dari tanin pada teh adalah bersifat anti diare. Senyawa tersebut bekerja dengan cara mengumpulkan protein di sekitarnya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja, Yuk Lengkapi Persyaratannya
3. Memicu Peningkatan Asam Lambung pada Perut
Teh yang diminum setelah makan diduga berpotensi menjadi katalis yang dapat memicu produksi asam lambung berlebih. Nah, asam lambung berlebih pada perut diketahui dapat memicu berbagai masalah saluran cerna seperti gastritis dan GERD.
Kendati demikian, menurut studi berjudul Association between tea consumption and gastroesophageal reflux disease yang dipublikasikan pada 2019 silam, tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi teh dan risiko GERD secara keseluruhan. Namun, dalam analisis subkelompok, minum teh memang benar adanya dapat meningkatkan risiko GERD. Oleh sebab itu, penelitian lebih lanjut tentunya masih diperlukan untuk benar-benar memastikannya.

