RELUNG.ID – Kondisi permukaan air di sejumlah lahan gambut yang ada di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) saat ini mulai menurun.
Hal itu berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten OKI.
Menurunnya permukaan air di lahan gambut OKI diketahui usai dilakukan pengukuran oleh personel Manggala Agni Sumatera Daops XVII/OKI.
Kepala Manggal Agni Sumatera Daops XVII/OKI, Edi Satriawan mengatakan, pengukuran itu dilakukan mengingat lahan gambut yang ada di Kabupaten OKI cukup luas.
“Karena musim kemarau, rata-rata kondisi permukaan air di lahan gambut sudah mulai turun dan berpotensi terjadinya karhutla di Kabupaten OKI,” kata Edi, Senin (23/6/2025).
Edi menjelaskan, jika hujan tidak turun secara terus menerus akan menjadi pemicu terjadinya karhutla lebih cepat. Seperti diketahui, jika lahan gambut sudah terbakar akan sulit dipadamkan, terlebih lagi permukaan airnya sudah menurun.
Tidak hanya permukaan air di lahan gambut yang menurun, Edi juga mengungkapkan bahwa kondisi debit air di Sungai Komering juga mengalami penurunan.
“Ini juga akan menjadi kendala bagi satgas karhutla nantinya, karena selama ini petugas menggunakan air dari Sungai Komering untuk memadamkan api,” ungkapnya.
Menyikapi hal tersebut, pihak Manggala Aqni berjanji akan lebih gencar melakukan patroli mandiri secara rutin, termasuk melakukan pengecekan permukaan air lahan gambut dan persediaan air di kawasan rawan karhutla.
“Yang sudah terealisasi 9 desa sasaran patroli mandiri, yakni Desa Perigi, Air Rumbai, Riding, Tanjung Sari Ulak Depati, Secondong, Terusan Jawa, Kayu Labu dan Menang Raya,” jelasnya.
Dari hasil patroli yang telah dilakukan sejak April lalu, pihak Manggala Agni menyebutkan hingga saat ini tidak ada lahan yang terbakar di wilayah Kabupaten OKI.
Menghadapi musim kemarau dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla, pemerintah Kabupaten OKI bakal menggelar apel pasukan Kesiapsiagaan Karhutla pada awal Juli 2025 nanti.
“Apel gelar pasukan kesiapsiagaan karhutla semua untuk stakeholder terkait. Agar lebih maksimal dalam pelaksanaannya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI, Listiadi Martin.
Diungkapkan Listiadi, untuk pelaksanaan apel pasukan kesiapsiagaan karhutla ini dilakukan rapat koordinasi terlebih dahulu.
Listiadi juga mengatakan, Pemkab OKI telah melaksanakan rapat koordinasi terkait apel pasukan kesiapsiagaan karhutla.
“Kami tengah memikirkan strategi pencegahan dan penanggulangan karhutla untuk tahun ini,” pungkasnya. (HWJ)

