RELUNG.ID – Peristiwa ambruknya jembatan di Desa Muara Lawai Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat, sebabkan kemacetan di seputar terminal regional Muara Enim dan batas kota Lahat-Muara Enim, Senin (30/6)
Dari informasi yang berhasil dihimpun jembatan dengan panjang 50 meter dan lebar 6,1 meter tersebut ambruk sekitar pukul 23.30 WIB mengakibatkan 4 kendaraan pengangkut Batu Bara nyaris masuk kedalam sungai.
Pantauan di lapangan, puluhan angkutan Batu Bara bermuatan terparkir di bahu jalan SMB II Muara Enim dan seputaran terminal regional Muara Enim
Salah satu supir angkutan BBM, mengaku telah terjebak kemacetan sejak subuh, diakuinya hal ini berdampak pada distribusi bahan bakar minyak ke perusahaan.
Setelah kejadian, pihak berwajib membuka jembatan kembar yang selama ini sedang di rehab, namun karena masa rehab jembatan tersebut masih dipertimbangkan boleh melintas atau tidak terkait beban angkutan.
“Hal ini tentu berdampak terhadap kami, karena distribusi BBM ini terhambat, kami sudah melakukan koordinasi dengan perusahaan, tinggal tunggu petunjuk,” ujarnya.
Dikatakannya sebelum ada keputusan, dirinya tetap akan menunggu di lokasi, hingga ada petunjuk dari pihak perusahan.
“Apakah putar arah atau pembatalan distribusi,” pungkasnya.
Terpisah, Warga Muara Enim, Rasyid (32) mengeluhkan kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan SMB II Muara Enim tepatnya di seputaran terminal regional.
Pasalnya banyak angkutan Batu Bara penuh muatan terparkir di Badan Jalan, sehingga beberapa kendaraan pribadi melakukan putar arah dan mencari jalur lain.
“Macet sejak subuh tadi, saat hendak membeli sarapan, saya berharap keadaan ini segera teratasi, kemudian angkutan Batu Bara ini kalau bisa jangan parkir di sepanjang jalan SMB II,” harapnya.
Sementara itu, Kapolres Lahat AKBP Novi Ediyanto didampingi oleh Kabag Ops Kompol Toni Arman meninjau langsung lokasi jembatan roboh, dan membesuk sopir truk yang mengalami luka pada saat terjadi musibah jembatan rubuh di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, pada Minggu malam (28/6/2025) sekitar pukul 23.10 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan 4 (empat)unit mobil dump truck (DT) bermuatan batubara terperosok ke dalam jembatan yang ambruk, dan menyebabkan 4 ( empat) sopir truk mengalami luka. (LWM)

