RELUNG.ID – Hujan yang tidak menentu kini dikeluhkan petani padi di Lubuklinggau. Pasalnya, kondisi ini menyebabkan hasil panen mereka mengalami penurunan.
Salah satunya dialami oleh Sahlin, salah seorang petani padi di RT 02, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumsel.
Hasil panen raya yang dilaksanakannya kali ini turun dibandingkan dengan sebelumnya.
“Kendalanya, kapan musim hujan, padi ini kalau dia sudah ngisi, padinya roboh, karena batangnya lembut. Harus cepat di panen. Ini kan harusnya sekitar seminggu lagi, tapi karena dia sudah banyak roboh, kita panen cepat,” kata Sahlin usia kegiatan panen raya padi pada Selasa, 1 Juli 2025.
Meski berpengaruh terhadap hasil panen, namum penurunan ini tidak terlalu jauh dibandingkan sebelumnya. Dari luas lahan padi yang dimiliknya saat ini sekitar setengah hektar.
Dia memperkirakan hasil panen raya ini 1,3 ton atau 10 sampai 12 karung. Sedangkan padi yang dipanen yakni jenis Ciherang dan sudah berusia sekitar 100 hari.
“Hasil panen ini kita titip di warung kalau jadi beras,” pungkasnya. (NSR)

