RELUNG.ID – Pemprov Sumsel resmi melaksanakan program retret yang bertajuk “Laskar Pandu Satria”, sebuah pendidikan karakter yang digagas langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru. Bertempat di Bumi Perkemahan Gandus Palembang, program ini menjadi terobosan penting dalam pembinaan generasi muda berbasis kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua.
Herman Deru menegaskan bahwa program ini bukan bentuk hukuman, melainkan “karantina positif” yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan sejak dini.
“Ini adalah upaya membentuk pribadi yang lebih baik, bukan menghukum. Kita siapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia,”tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh kepala daerah di Sumsel untuk mereplikasi program ini di kabupaten/kota masing-masing, sembari menyuarakan semangat menjadikan Sumsel pelopor pendidikan karakter di tingkat nasional.
Asisten III Setda Sumsel, Zulkarnain, menjelaskan kegiatan ini mengajarkan berbagai materi seperti pengelolaan emosi, kerja tim, motivasi diri, hingga wawasan kebangsaan. Menurutnya, keberhasilan program ini bukan diukur dari angka semata, tetapi dari perubahan sikap dan perilaku para peserta.
“Kami ingin mereka pulang dengan semangat baru, percaya diri, dan mampu menjadi agen perubahan di sekolah maupun lingkungan,”katanya.
Program ini langsung mendapat sambutan hangat dari para orang tua siswa. Salah satunya, Basri – orang tua Arya Pramana, siswa SMK Negeri 2 Palembang – mengaku melihat perubahan nyata pada anaknya setelah mengikuti program.
“Arya jadi lebih disiplin, bangun pagi tanpa disuruh, dan semangat ikut kegiatan. Pendekatan program ini sangat membina dan tidak menghakimi,” ujarnya penuh antusias.
Untuk dikeathui, ada 100 siswa dari enam daerah di Sumsel berpartisipasi dalam program perdana ini, diantaranya Palembang mengirimkan jumlah peserta terbanyak, yakni 68 siswa, disusul Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Prabumulih. Mereka dipilih berdasarkan rekomendasi guru bimbingan konseling (BK) dan persetujuan orang tua.
Untuk memperkuat lingkungan pembinaan yang aman dan positif, pemerintah juga menggandeng TNI, Polri, serta tenaga profesional. Semua peserta mendapatkan fasilitas yang memadai dan didampingi secara intensif.[THQ]

